POJOKSATU.id, JAKARTA — Sang Proklamator selama hidupnya memiliki jumlah istri sampai 9 orang. Heldy Djafar merupakan perempuan terakhir yang dinikahi Soekarno sebelum ia wafat 21 Juni 1970.
Kisah cinta antara Soekarno dengan Heldy Djafar dianggap sebagai salah satu cerita cinta yang penuh kontroversi.
Meski memiliki perbedaan usia yang signifikan, mereka memutuskan untuk menikah saat Heldy masih berusia 18 tahun, sementara Soekarno sudah berusia 65 tahun.
Pertemuan mereka yang tak terduga menjadi awal dari sebuah perjalanan yang penuh dengan liku-liku.
Heldy Djafar, seorang pelajar SMA yang berusia 17 tahun saat itu, pertama kali bertemu dengan Soekarno pada tahun 1963.
Baca Juga :
Profil Singkat 9 Istri Sah Soekarno, Hanya 2 Istri yang Memberi Anak Buat Bung Karno
Pertemuan mereka terjadi saat Heldy mengikuti sebuah acara di Istana Bogor. Soekarno, yang pada saat itu masih menjabat sebagai Presiden, tertarik pada kecerdasan dan pesona yang dimiliki oleh Heldy.
Dalam pertemuan itu, terjalinlah komunikasi yang kemudian membawa mereka semakin dekat.
Pernikahan Soekarno dengan Heldy Djafar terjadi pada tahun 1964. Heldy, yang pada saat itu berusia 18 tahun, menjadi istri sah Soekarno yang kesembilan. Sementara si Bung Besar sudah berusia 65 tahun.
Perbedaan usia yang cukup besar antara mereka menjadi salah satu fokus utama perdebatan tersebut.
Namun, Soekarno dan Heldy terus mempertahankan hubungan mereka dan berjuang untuk memperoleh pengakuan atas pernikahan mereka.
Heldy yang cerdas dan berwawasan luas, menjadi pendamping setia Soekarno dalam kehidupan politik dan sosial.
Dia juga ikut mendampingi Soekarno dalam kunjungan kenegaraan, menjadi sosok yang membantunya dalam melaksanakan tugas-tugas resmi.
Pernikahan antara Soekarno dan Heldy Djafar berakhir secara tragis pada tahun 1967. Soekarno yang dijatuhkan akibat G30S/PKI mengakhiri masa kepresidenannya.
Pernikahan keduanya hanya bertahan dua tahun. Kala itu situasi politik sudah semakin tidak menentu.
Komunikasi tak berjalan lancar setelah Soekarno menjadi tahanan di Wisma Yaso, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Heldy sempat mengucap ingin berpisah, tetapi Soekarno bertahan. Soekarno hanya ingin dipisahkan oleh maut. Namun Heldy tetap pada keinginannya berpisah dengan Bung Karno.
Akhirnya, pada tanggal 19 Juni 1968, Heldy yang berusia 21 tahun menikah lagi dengan Gusti Suriansyah Noor, salah seorang keturunan dari Kerajaan Banjar.
Berselang dua tahun usai Heldy cerai dengan Soekarno, Heldy yang sedang hamil tua mendapat kabar Soekarno wafat.
Soekarno tutup usia pada tanggal 21 Juni 1970, dalam usia 69 tahun di RSPAD Gatot Soebroto.(ikror/pojoksatu)




