POJOKSATU.id - Akun media sosial Ustadz Adi Hidayat diblokir. Pemblokiran itu terjadi setelah ia mengirimkan bantuan Rp15 miliar untuk Palestina.
Kabar akun media sosial Ustadz Adi Hidayat diblokir itu kali pertama disuarakan pemilik akun Twitter @m1n4_95 di Twitter.
Disebutkan bahwa pembolokiran itu dilakukan oleh Google.
Baca Juga: Dalam Satu Meja, Prabowo dan Ganjar Hingga Gibran, Erick Ngopi Bareng, Sinyal Apa Ini?
Tidak hanya akun medsos, pemblokiran juga dialami aplikasi Al Quran di Playstore.
"Beberapa akun Ustadz Adi Hidayat diblokir oleh Google. Begitu juga aplikasi Al Quran di Playstore dihapus oleh Google," tulisnya, dikutip Pojoksatu.id.
Disebutkan bahwa pemblokiran itu terjadi setelah Ustadz Adi Hidayat mengirimkan bantuan sebesar Rp14 miliar untuk Palestina.
"Hal ini setelah UAH menyerahkan bantuan Rp14 miliar ke Palestina," bebernya.
Unggahan itu lantas ramai dikomentari netizen yang memberikan dukungan kepada Ustaz Adi Hidayat.
Untuk diketahui, Ustadz Adi Hidayat lahir di Pandeglang, Banten, pada 11 September 1984 dari pasangan Warso Supeno dan ibu Hj. Rafiah Akhyar.
Baca Juga: Kisah Hijrah Eks Bek Timnas dan PSMS Medan, Fadly Hariri : Ingat Ajal hingga Jadi Bos Showroom Mobil
Ia memiliki istri bernama Shufairok. Dari pernikahannya itu, ia dikaruniai 2 anak.
Sejak kecil, Ustadz Adi Hidayat dikenal cukup cerdas dan sudah menggeluti ilmu agama Islam sejak lulus madrasah.
Dia lalu melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut di tahun 1997.
Pada 2003, Adi Hidayat melanjutkan pendidikan di Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah.
2 tahun kemudian, dia mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan di Kulliya Dakwah Islamiyyah di Tripoli, Libya.
Adi Hidayat pun mendalami Al-Qur'an, Hadits, Fiqh, Ushul Fiqh, Tarikh, Lughah, dan lain sebagainya.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Anak Tenggelam di Irigasi Karawang, Pencarian Masih Berlangsung
Ustadz Adi Hidayat belajar bertalaqqi atau belajar mengenai Al Quran dengan para ulama atau syeikh.
Ada sejumlah syeikh dunia yang pernah dijujug Adi Hidayat untuk menimba ilmu.
Antara lain Syeikh Dukkali Muhammad al-Alim (muqri internasional), Syeikh Ali al-Libi (Imam Libya untuk Eropa), Syeikh Ali Ahmar Nigeria (riwayat warsy), Syeikh Ali Tanzania (riwayat ad-Duri).
Baca Juga: Sejak Buka Hijab, Nathalie Holscher Akui Tawaran Kembali Nge-DJ Berdatangan
Selain berdakwah, Ustadz Adi Hidayat juga dikenal sebagai penulis dan sudah menghasilkan sejumlah buku.
Dalam berdakwah, Adi Hidayat juga memiliki penuturan yang sangat rapih.
Usai akun media sosial dan sejumlah aplikasi diblokir, Ustadz Adi Hidayat angkat bicara.
Baca Juga: Syarat Lomba Desain Logo HUT Kota Tangsel ke-15, Pemenang Dapat Rp15 Juta Lengkap Link Pendaftaran
Adi Hidayat mengaku sama sekali tidak mempermasalahkan akun miliknya untuk pembelajaran Alquran dihapus atau di-remove.
"Saya mendapatkan info bahwa aplikasi kita sudah di-remove oleh Google yang tidak ada kaitan sama sekali," kata UAH.
"Anda bisa bayangkan kita membuat aplikasi Al Quran tiba-tiba diremove," sambungnya.
Baca Juga: Makan Siang di Kota Medan, Menikmati Enaknya Sambal, Sayur, dan Ikan Khas Padang Sidempuan
Selain akun medsos dan aplikasi pembelajaran Al Quran, UAH Corner yang berisi tentang taklim, referensi buku-buku, juga bernasib serupa.
"Tiba-tiba dihilangkan begitu saja tanpa ada konfirmasi yang jelas," bebernya.
Menurut Ustad Adi Hidayat, hal ini adalah sebuah resiko dari sebuah perjuangan.
Baca Juga: Hasil Survei IPI: Prabowo Capres Pilihan Gen Z dan Milenial, Kalahkan Ganjar dan Anies
Dia menegaskan bahwa apa yang dialaminya itu sama sekali tidak akan menghentikan dirinya untuk menyampaikan kebenaran.
Sebaliknya, ia berpesan kepada masyarakat agar tetap mengutamakan adab dan semangat belajar.
"Saya sampaikan pada teman-teman untuk support nilai-nilai kebenaran dan juga jaga kondisi adab kita untuk semangat belajar," pintanya.
Baca Juga: Beda dengan Warga, Kronologi Viral Emak-emak Gerebek Basecamp Sabu di Jambi Versi Polisi
Baginya, tidak ada masalah sama sekali jika memang semua akun medsos dan aplikasi tersebut dihilangkan.
"Tidak jadi masalah. Kami berjuang Lillah karena Allah Subhanahu wa ta'ala," tegas dia.
Adi Hidayat malah menyampaikan terima kasih kepada Google yang telah me-remove sejumlah akun miliknya.
Baca Juga: Airlangga Hartanto Penuhi Panggilan Kejagung, Diperiksa Terkait Kasus Minyak Goreng
"Suatu saat anda akan mengerti bagaimana kita bisa menyuarakan nilai-nilai kebaikan," kata dia.
Dia juga mengingatkan bahwa suatu saat nanti bukan tidak mungkin akan ada teknologi yang jauh lebih dahsyat yang bisa menyangi Google.
"Sudah saatnya teman-teman sekalian kita hadirkan sebuah tampilan dahsyat untuk menyaingi apa yang sekarang didominasi oleh sebagian kalangan," ucapnya.
"Jika ini menjadi langkah awal yang bagus maka semoga Allah merahmati kita semua," tandas Ustadz Adi Hidayat. ***




