POJOKSATU.id - 21 tahun telah berlalu, Bom Bali I terjadi, menyisakan duka untuk Indonesia.
Saat itu, bom meledak di Saru Club dan Paddy's Pub Kuta, Bali pada 12 Oktober 2002. Di hari yang sama, satu bom meledak di dekat Konsulat Amerika Serikat.
Tiga bom meledak di waktu yang bersamaan yakni sekitar pukul 23.15 Wita.
Tragedi Bom Bali I itu disebut sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia. Tak hanya meninggalkan kesedihan bagi para korban.
Aksi terorisme tersebut juga mengoyak industri pariwisata Bali. Bali seakan mati suri dan perekonomian warga Bali ikut terpuruk.
Baca Juga: Ditawarkan Uang Damai, Keluarga Dini Sera Afrianti Tolak dengan Tegas
Bali pun berusaha bangkit untuk meyakinkan wisatawan mancanegara jika Bali aman untuk dikunjungi.
Peristiwa tersebut berawal saat teroris Ali Imron menyiapkan satu bom kotak dengan berat 6 kilogram yang telah dipasang sistem remote ponsel.
Rakitan bom tersebut diletakkan di trotoar dekat Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat pada Sabtu 12 Oktober 2002 pukul 20.45 Wita.
Sekitar pukul 22.30 Wita, Ali Imron bersama 2 pelaku bom bunuh diri lainnya yakni Jimi dan Iqbal menuju Legian dengan mobil Mitsubishi L300.
Baca Juga: Terjun Ke Jurang, Tragedi Kecelakaan Tewaskan Satu Keluarga di Kelok Sembilan
Sementara pelaku lainnya, Idris mengikuti tiga rekannya dengan menggunakan motor. Iqbal adalah pengantin bom dan meledakkan diri di Paddy's Pub.
Namun ledakan terdahsyat terjadi di Sari Club. Sari Club adalah salah dari sekian banyak klub malam yang berada di Jalan Legian, Kuta.
Hampir setiap malam, klub ini ramai dikunjungi wisatawan.
Asisten manajer Sari Club saat itu, Jatmiko Bambang menceritakan malam itu ia bertugas meracik minuman untuk pelanggan. Ia berdiri di meja bartender tepat di depan disk jokey (DJ) yang memainkan musik.
Sesaat ia mendengar suara dentuman yang sangat kuat. Namun, tak banyak yang menyadari kalau suara itu berasal dari bom yang meledak di Paddy’s Pub, sebuah tempat hiburan malam tak jauh dari Sari Club.
Baca Juga: Mengupas 25 Soal dan Jawaban Pretest PPG untuk Persiapan Peserta PPG Daljab 2023
Belum jauh ia melangkah untuk bergegas pergi, tiba-tiba terjadi ledakan yang sangat dahsyat. Sumbernya dari mobil L300 Mitsubishi yang diparkir dekat Sari Club, sekitar 150 meter dari Paddy’s Pub.
Ledakan itu membakar hampir seluruh bangunan Sari Club. Api juga berkobar di atap Sari Club yang berbahan jerami.
Saat berdiri, Jatmiko melihat banyak orang berlarian sambil berteriak histeris. Kobaran api di hadapannya terlihat sangat besar.
Hanya sekitar tiga meter dari posisinya. Sudah tidak mungkin baginya untuk lari keluar Sari Club dari pintu depan.
Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, itu pun berlari ke arah belakang, lalu naik tangga ke lantai dua. Dari lantai dua itu, tak ada jalan lain selain melompat ke arah atap rumah tetangga di belakang Sari Club.
Setelah meloncat ke atap rumah tetangga, Jatmiko dan korban lainnya merangkak di atap beberapa rumah yang lain dan berusaha mencari jalan turun.
Ia nekat melompat dari atap salah satu rumah dengan ketinggian sekitar 3 sampai 4 meter.
Setelah turun dari atap, ia terus saja menyusuri Jalan Popies II, sebuah jalan kecil tak jauh dari Sari Club.
Jatmiko kemudian berjalan ke ke arah Sari Club. Ia ingin melihat apa sebenarnya yang terjadi.
Di depan Sari Club, sudah ada banyak sekali tubuh manusia yang terbakar.
Tragedi Bom Bali I merengut 202 jiwa melayang serta 209 orang luka-luka.
Ledakan yang terjadi di Sari Club menewaskan 184 orang, 250 orang luka-luka, 47 bangunan hancur dan ratusan mobil rusak berat.
Tak hanya menewaskan ratusan orang, ledakan bom yang terjadi di Sari Club juga meninggalkan lubang besar berdiameter 2x4 meter dan kedalaman 1,5 meter.
Selain warga lokal, ledakan Bom Bali tersebut juga merenggut nyawa dari kalangan turis terdiri dari 21 negara.
Mereka adalah 88 warga negara Australia, 38 warga negara Indonesia, 28 warga negara Inggris, 7 warga negara Amerika, 6 warga negara Jerman.
Serta 5 warga negara Swedia, 4 warga negara Belanda, 4 warga negara Prancis, 3 warga negara Denmark, 3 warga negara Selandia Baru, 3 warga negara Swiss.
Termasuk masing-masing 2 warga negara Brasil, Kanada, Jepang, Afrika Selatan, Korea Selatan.
Dan masing-masing 1 orang warga negara Ekuador, Yunani, Italia, Polandia, Portugal dan Taiwan.
Rangkaian pengeboman ini merupakan pengeboman pertama yang kemudian disusul pengeboman dengan skala kecil pada tahun 2005 atau yang dikenal sebagai Bom Bali II.
Tersangka kunci tragedi Bom Bali I yakni Amrozi Bin Nurhasyim yang ditangkap di rumahnya di Desa tenggulun, Lamongan, Jawa Timur pada 10 November 2002.
Amrozi membeberkan ada lima orang yang menjadi tim inti pengeboman.
Eksekutor di Sari Club dan Paddy's yakni Ali Imron, Ali Fauzi, Qomaruddin. M Gufron, dan Mubarok menjadi orang yang membantu mempersiapkan pengeboman.
Pada 26 November 2002, Imam Samudra, satu tersangka lain bom Bali ditangkap di Kapal Pelabuhan Merak.
Dari hasil penyelidikan polisi ada 26 orang yang ditetapkan sebagai tersangka termasuk Umar Patek alias Umar Kecil.***




