POJOKSATU.id, JAKARTA— Banjir bandang dan longsor yang menerpa tiga provinsi di utara Sumatera mulai Aceh, Sumbar hingga Sumut, telah diprediksi BMKG beberapa hari sebelumnya.

BMKG juga berkilah sudah memberitahukan ini kepada kepala daerah di tiga provinsi itu dan kepala daerah di sana memberikan respon yang cepat.

Pengakuan ini disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 1 Desember 2025.

Teuku memaparkan bahwa BMKG telah mengeluarkan analisis cuaca untuk potensi bencana siklon Senyar untuk Provinsi Aceh dan Sumatera Barat empat hari sebelum bencana.

Baca Juga: Kunjungi Kutacane, Prabowo Dapat Seruan Tak Terduga dari Bupati Aceh Tenggara Di Hadapan Pengungsi Banjir

Sementara untuk Provinsi Sumut dilakukan BMKG pada delapan hari sebelum bencana.

“Untuk daerah Aceh dan Sumatera Barat, BMKG telah menerbitkan press release untuk potensi bencana siklon atau cuaca ekstrem di Aceh dan Sumatera Barat. Ini 4 hari sebelum bencana,” katanya.

“Untuk Sumatera Utara, press releasenya telah diterbitkan 8 hari sebelum bencana terjadi,” ungkapnya lagi.

Diketahui bencana banjir bandang dan longsor terjadi di tiga provinsi ini pada Selasa (25/11).

Baca Juga: Kelangkaan BBM Usai Banjir Bikin Medan Kacau, Antrean Tembus Jalan Raya

Teuku menambahkan, peringatan tersebut bahkan disampaikan melalui Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I yang membawahi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.

Beberapa kepala daerah pun disebutkan memberikan respon cepat dengan mengingatkan warganya melalui berbagai kanal komunikasi.

“Ini kita sampaikan ke Forkopimda, provinsi, BPBD, semua kami sampaikan. Dan ini terus di-update setiap 2 hari bahwa akan terjadi cuaca ekstrem pada tiga wilayah ini,” tegasnya.