POJOKSATU.id - Pegangkatan Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Kominikasi dan Informatika (Menkominfo) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai hanya untuk bagi-bagi kue kekuasaan.

Seperti diketahui, Budi Arie Setiadi tidak lain adalah Ketua Umum Pro Jokowi (Projo).

Projo sendiri menjadi salah satu relawan yang ikut memenangan Jokowi untuk periode kedua di Pilpres 2019 lalu.

Baca Juga: Membongkar Motif Waliyin Mutilasi Redho Tri Agustian, Kriminolog tak Nyaman Lihat Pose di Instagram

Menurut pengamat politik Yusak Farchan, membagikan kue kekuasaan kepada para relawan yang ikut andil memenangkan dalam pertarungan pilpres sudah menjadi tradisi pasca reformasi.

"Bagi-bagi kue kekuasaan kepada para relawan telah menjelma pasca reformasi," kata Yusak, dihubungi di Jakarta, Selasa 18 Juli 2023.

Meski begitu, Yusak juga melihat ada sisi positif yang ditunjukkan Jokowi saat menunjuk Budi Arie Setiadi.

Baca Juga: Cerita Agustina Sovia Marcony Sampai Dilirik William Wongso dan Ashanti, Dulunya Cuma Jualan Triplek

Bahwa Jokowi tidak di bawah tekanan partai politik (parpol) tertentu.

Sebab dalam urusan pembentukan atau perombakan kabinet, sepenuhnya merupakan hak prerogatif seorang presiden.

"Jokowi sedang menggunakan hak prerogatifnya mengangkat Menkominfo tanpa tekanan dan intervensi parpol pendukungnya," tuturnya.

 

Pembalasan untuk Surya Paloh dan Nasdem

Sementara, pengamat politik Surokim Abdussalam menilai penunjukkan Budi Arie Setiadi itu sejatinya sebuah kode keras yang ditujukan Jokowi untuk Surya Paloh.

Baca Juga: Prabowo Subianto Ketakutan, Susi Pudjiastuti Ngaku Kena Semrot

Diketahui, Ketua Umum Partai Nasdem itu belakangan melontarkan kritik dan sindiran kepada pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

Sindiran itu dilontarkan Surya Paloh dalam Apel Siaga Perubahan Nasdem di Gelora Bung Karno.

”Bisa jadi kemungkinan besar pelantikan Menkominfo itu merupakan reaksi Presiden Jokowi atas sindiran dari Pak Surya Paloh dan Partai Nasdem," ujarnya, dalam keterangan dikutip Pojoksatu.id, Selasa 18 Juli 2023.

Baca Juga: Selamat! PPPK Guru Dikontrak Sampai 60 Tahun, Dirjen Nunuk Suryani Ingin Kontrak Kerja Diperpanjang Otomatis

"Jadi sindiran Pak Surya Paloh dan Nasdem itu juga bisa menjadi penguat,” sambungnya.

Dengan munculnya sindiran Surya Paloh terhadap Jokowi, lanjut Surokim, akan membuat jarak antara Partai Nasdem, Surya Paloh, dan Jokowi, semakin terus menjauh.

"Kian lantang Surya Paloh dan Partai Nasdem menyerang Jokowi, akan semakin kontraproduktif," ucapnya.

Baca Juga: Tetangga Baru Tahu Namanya Waliyin, Yakin Eksekusi Bukan di Kos, Suara Air Kran aja Terdengar

Hal itu pula yang kemudian bisa memicu makin panasnya hubugan Jokowi dengan Surya Paloh dan Partai Nasdem.

"Bisa jadi kemungkinan besar hal itu (panas)," kata dia.

Kendati begitu, tambah Surokim, Surya Paloh sah-sah saja mengkritik dan bisa mencari pembelaan atas sikap yang tak lagi sejalan dengan Jokowi untuk positioning partai.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Picu Kedatangan Pemain Top ke Liga Arab Saudi, Lah Messi Malah Pilih MLS

Namun, sindiran-sindiran yang disampaikan akan potensial bisa bermakna lain jika Surya Paloh dan Partai Nasdem tidak berhati-hati.***

Reporter: Mufit