POJOKSATU.id, JAKARTA—Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP Himmah), Abdul Razak Nasution, menilai Jokowi adalah negarawan sejati dan banyak berjasa bagi Indonesia.
Ketum Himmah juga menyebut bahwa orang-orang mempersoalkan ijazah Joko Widodo ini adalah antek asing.
Dan Polri harus mengusut para pembenci Jokowi ini karena diduga ini adalah antek asing yang ingin merusak persatuan dan stabilitas politik nasional.
Menurut Abdul Razak Nasution, Jumat (25/4/2025), selama 10 tahun menjabat sebagai presiden, banyak perubahan dan kemajuan untuk Indonesia dari semua sektor, baik sektor pembangunan infrastruktur, dana desa, penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.
Kemudian kendaraan listrik, peningkatan investasi dan lain sebagainya.
Untuk itu, Polri diminta untuk segera menindak para pembenci Jokowi.
Baca Juga: Jum’at Berkah, TNI AL Cirebon Tebar Kebaikan di Pesisir Utara
Abdul Razak Nasution mengaku heran dengan Roy Suryo yang mempersoalkan ijazah Jokowi.
"Saya heran dengan Roy Suryo dan lainnya begitu membenci Jokowi padahal beliau sudah menunjukkan ijazah aslinya," kata Razak lagi.
Sebagai negara hukum kata Razak, langkah-langkah hukum sudah harus dilakukan kepada para pembenci tersebut.
"Namun perlu saya ingatkan lagi bahwa dalam Al Quran Surat Al Hujurat 12 menerangkan bahwa orang yang suka membuka aib orang lain adalah seperti memakan daging saudaranya yang sudah mati," jelasnya.
Padahal menurut Razak, ijazah Jokowi sudah diperlihatkan kepada publik. Namun Razak merasa heran masih ada pihak-pihak yang tidak puas.
Baca Juga: Pelapor Ijazah Jokowi Malah Jadi Tersangka Dugaan Pemalsuan Data, Ini Penjelasan Polres Sukoharjo
"Tapi kenapa mereka tidak puas juga, begitulah para pembenci. Lagian Roy Suryo ini jangan jadi orang sok paling bersih padahal mantan napi," tuturnya.
Dia juga menyebutkan Hadist Nabi yang diriwayatkan Imam Bukhari yang berbunyi "Barang siapa yang menutupi aib saudaranya, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat".
"Polri harus mengusut para pembenci ini karena diduga ini adalah antek asing yang ingin merusak persatuan dan stabilitas politik nasional,” katanya.
“Marilah Kita bersatu, berkolaborasi semua pihak untuk membangun bangsa ini,” imbuh dia.
“Kita sudah di pintu Indonesia Emas, negara ini negara besar saatnya bersatu, dukung visi misi mulia Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.
“Jangan kita terpecah belah dan mudah diadu domba, saat ini asing tidak menginginkan Indonesia menjadi negara maju," kata Abdul Razak Nasution.***




