POJOKSATU.id, JAKARTA— Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla, menyesalkan sikap sebagian orang yang melaporkan komedian yang biasa membuat orang tertawa justru dilaporkan ke polisi.

Gus Ulil menekankan mengenai pentingnya humor dalam kehidupan masyarakat. Dia menyesalkan jika ada komedian yang biasa membuat orang tertawa justru harus berhadapan dengan proses hukum.

"Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah koentji," ujar Ulil AbsharAbdalla dilansir dari NU Online, Sabtu (10/1).

Baca Juga: Isu Rekrutmen PPPK Guru 2026 Tidak Dibuka, Ini Penjelasan Pemerintah dan Opsi yang Masih Terbuka

Bukan Bagian PBNU

Ulil Abshar Abdalla juga menegaskan bahwa Aliansi Muda Nahdlatul Ulama yang melaporkan komika Panji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya bukanlah bagian dari PBNU.

"Kalau representasi PBNU jelas tidak," katanya.

Ulil mengatakan pengatasnamaan NU dalam berbagai aktivitas oleh individu atau kelompok sudah ada sejak dulu.

Baca Juga: Tak Tercatat di Database BKN, Ribuan Honorer Karanganyar Terpaksa Dirumahkan

Menurut dia, hal itu tidak terlepas dari karakter NU sebagai organisasi yang terbuka.

"Tetapi sejak dulu kan banyak orang bikin ini itu atas nama NU. Karena NU itu sifatnya terbuka, ya memang siapa saja bisa bikin lembaga atas nama NU," jelasnya.

Sejumlah kelompok yang mengatasnamakan NU itu kadang bersifat temporer. Bahkan, menurut Ulil, ada yang hanya bertahan hitungan jam.

"Ada yang mau demo untuk isu tertentu, bikin gerakan atas nama NU. Umurnya mungkin hanya beberapa jam saja, karena setelah jamnya lewat, gerakan itu ya ndak ada lagi. Itulah uniknya NU," kata Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla.***