POJOKSATU.id, JAKARTA— Ketua MPR RI Ahmad Muzani menanggapi kasus tewasnya anak lelaki usia 13 tahun di Tual Maluku yang tewas dipukul helm Brimob.

Dia menilai usulan pembatasan peran Brimob agar tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat sipil perlu menjadi perhatian pimpinan kepolisian.

Menurut dia, aspirasi yang berkembang di publik harus didengar dan dikaji secara bijak oleh Polri demi kebaikan institusi dan juga masyarakat.

Baca Juga: Buntut Tewasnya Anak MTsN Tual Maluku, Pengawas Polisi Desak Brimob Tak Dihadapkan dengan Sipil

Dia tidak memungkiri jika kasus kekerasan yang melibatkan aparat dalam penanganan hukum kerap kali terjadi.

Menurut dia, peristiwa semacam itu harus menjadi pelajaran agar proses penegakan hukum dilakukan secara profesional dan berdasarkan fakta.

“Saya kira hal-hal seperti itu kan sering kali terjadi dalam beberapa kasus penanganan hukum kita atau aparat kita,” kata Muzani saat ditemui di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Minggu (22/2/2026) malam.

“Saya kira itu harus menjadi pelajaran dan kami percaya bahwa aparat kepolisian dalam hal ini Mabes Polri ataupun Polda akan menangani secara profesional, secara tegas melihat fakta di lapangan yang terjadi,” jelasnya lagi.

Baca Juga: Yusril Tegas Desak Oknum Brimob Penganiaya Remaja 14 Tahun di Tual Dipecat dan Diproses Pidana

“Saya kira apa yang diharapkan masyarakat perlu diperhatikan dengan baik karena itu adalah harapan yang juga memberi kebaikan kepada aparat kepolisian," katanya.

"Dan saya kira pimpinan polisi akan mendengar, mempelajari pandangan-pandangan itu dengan baik, bijak, dan pada waktunya akan mengambil tindakan atau keputusan yang benar,” ujar dia.

Dia meyakini pimpinan Polri akan mengambil keputusan yang tidak hanya baik bagi masyarakat, tetapi juga bagi penegakan hukum dan institusi kepolisian.

“Yang benar itu artinya baik untuk masyarakat, baik untuk penegakan hukum dan juga baik untuk kepolisian,” jelasnya.

“Sabarlah sebentar karena pasti pimpinan Kapolri dan jajarannya memperhatikan dengan sungguh-sungguh apa yang semua terjadi di lapangan,” kata Ketua Dewan Kehormatan Gerindra ini lagi. ***