POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ketua KPK Firli Bahuri membeberkan adanya pembagian jatah 10 persen dari nilai proyek dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Basarnas RI.
"Besaran fee 10% dari nilai proyek," kata Ketua KPK Firli Bahuri kepada wartawan, Rabu malam (26/7/2023).
Firli mengatakan proyek itu terkait pengadaan alat pendeteksi korban reruntuhan.
"Terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang jasa di Basarnas berupa alat pendeteksian korban reruntuhan," ucapnya.
Sebelumnya, KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai hampir Rp1 miliar pada kegiatan tangkap tangan dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Basarnas RI tahun 2021-2023.
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengatakan, KPK mengamankan 11 orang pada Selasa (25/7) sekitar pukul 14.00 WIB, di Jalan Raya Mabes Hankam, Cilangkap, Jakarta Timur, dan di wilayah Jatiraden, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.
"Bermula dari informasi masyarakat soal penyerahan sejumlah uang pada penyelenggara negara atau yang mewakilinya, terkait pengkondisian pemenang tender proyek di Basarnas," kata Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jaksel, Rabu malam (26/7).
Dari 11 orang yang diamankan ini, baru 5 orang yang ditetapkan tersangka antara lain yakni Henri Alfiandi selaku Kabasarnas RI periode 2021-2023, Afri Budi Cahyanto selaku Koorsmin Kabasarnas RI, Mulsunadi Gunawan selaku Komisaris Utama PT Multi Grafika Cipta Sejati.
Kemudian Marilya selaku Direktur Utama PT Intertekno Grafika Sejati, dan Roni Aidil selaku Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama.
Kabasarnas Sempat Buka Suara
Kepala Basarnas (Kabasarnas) Marsdya Henri Alfiandi sebelumnya sempat buka suara soal penangkapan Letkol Afri.
Dia mengaku belum mengetahui penangkapan anak buahnya tersebut.
"Maaf belum bisa konfirmasi," kata Henri saat dihubungi, Selasa (25/7).
Henri juga enggan berkomentar lebih jauh perihal ditangkapnya Letkol Afri oleh penyidik KPK. Dia mengatakan informasi penangkapan tersebut baru didapatnya dari media.
"Menurut berita seperti itu," ujar Henri. Dia menjawab kabar penangkapan Letkol Adm Afri Budi Cahyanto yang merupakan Koorsadm Kabasarnas.***




