POJOKSATU.id, JAKARTA — Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay membocorkan agar polemik baawa PPP berharap PPP dan PAN di barisan pendukung Ganjar.
“PAN tentu sangat menghargai keputusan politik yang ditetapkan oleh PPP. Dukungan yang diberikan kepada Ganjar Pranowo tentu sudah melewati kajian dan komunkasi lintas partai. Terutama di internal KIB,” kata Daulay, Jumat (28/4)
"PAN tentu sangat menghargai keputusan PPP. Dukungan tersebut adalah bagian dari independensi PPP sebagai anggota KIB. Partai lain tentu tidak bisa mengintervensi PPP," katanya.
"Kalau di KIB, PPP sendiri sangat berharap agar PAN dan Golkar bisa bergabung untuk mendukung Ganjar,” jelasnya.
“Artinya, meskipun lebih dahulu mengumumkan, tentu sudah dikomunikasikan dengan anggota KIB lainnya. Karena itu, tidak ada yang harus dipersoalkan. Ke depan seperti apa, ya kita lihat aja nanti," jelasnya.
Yang sering ditanyakan adalah kapan PAN akan mengusung capres atau cawapres? Lalu, siapa calon yang akan diusung? Apakah akan tetap bersama di dalam KIB atau malah bergabung dengan koalisi lain.
"Prinsipnya, PAN pasti akan mengumumkan calonnya. Malah, PAN sudah lebih dahulu komunikasi lintas partai. Tinggal menunggu waktu yang tepat saja. PAN tentu sangat senang jika tetap bersama dengan partai-partai yang bergabung di dalam KIB".
Diketahui, Deklarasi penetapan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (bacapres) yang didukung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dilakukan di Sleman, Yogyakarta, pada Rabu (26/4/2023) sore.
Pembacaan deklarasi dilakukan oleh Plt Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono.
Kepada awak media Mardiono menyebut, penetapan Ganjar Pranowo adalah aspirasi massa partai di tingkat akar rumput dan telah disahkan melalui mekanisme konstitusi.
Oleh karena itu, Mardiono menegaskan, seluruh elemen PPP wajib mematuhi penetapan Ganjar Pranowo sebagai bacapres yang didukung.
“Belasan wilayah sudah mendeklarasikan Pak Ganjar sejak 6 bulan yang lalu. Rapat-rapat di DPW juga telah digelar. Isu-isu ini sebenarnya sudah lama muncul. Akhirnya menjadi keputusan ini adalah suara-suara arus bawah,” ucap Muhammad Mardiono. (ikror/pojoksatu)




