POJOKSATU.ID - Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, melontarkan kritik keras terkait penanganan kelistrikan di Banda Aceh pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah.

Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial pribadinya, Irwansyah menilai ada upaya menyulap keadaan saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada Minggu malam, 7 Desember 2025. Dilansir dari Instagram @rakyatacehnews

Menurut Irwansyah, sejumlah titik yang sebelumnya gelap akibat pemadaman listrik mendadak kembali terang benderang ketika Presiden Prabowo melintasi kawasan tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Lebih dari Rp11,1 Triliun TPG untuk 1,1 Juta Guru ASN Daerah

Namun tak lama setelah rombongan Presiden meninggalkan lokasi, lampu kembali padam seperti sebelumnya.

Kondisi itu membuat masyarakat mempertanyakan komitmen perbaikan listrik di daerah terdampak bencana.

Ia menyebut tindakan tersebut tidak hanya menyesatkan, tetapi juga tidak menghormati warga yang masih kesulitan akibat kerusakan infrastruktur listrik pascabencana.

Baca Juga: Kapan CPNS 2026 Dibuka? Simak Prediksi Jadwal dan Informasi Resmi Terbaru

Irwansyah menegaskan bahwa warga membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar pencitraan sesaat di depan Presiden.

Dalam unggahannya, ia juga menyoroti lambatnya pemulihan jaringan listrik di beberapa kecamatan yang hingga kini masih mengalami pemadaman bergilir.

Padahal, menurutnya, listrik menjadi kebutuhan utama bagi warga yang tengah membangun kembali kehidupan setelah diterjang banjir dan longsor.

Baca Juga: Ratusan Honorer Dogiyai Ancam Aksi Besar! Tuntut SK CPNS dan PPPK yang Tak Kunjung Terbit

Irwansyah menambahkan bahwa pemadaman listrik berlarut-larut semakin memperburuk kondisi warga, terutama mereka yang masih tinggal di tempat pengungsian.

Minimnya penerangan di malam hari, kesulitan mengakses informasi, hingga terbatasnya fasilitas kesehatan menjadi tantangan serius yang seharusnya segera ditangani pemerintah daerah dan pihak terkait.

Ia meminta agar penanganan krisis listrik dilakukan secara terbuka, terkoordinasi, dan tidak menyembunyikan fakta di lapangan hanya demi menjaga citra.

Baca Juga: KISI-KISI Contoh SOAL PPPK Tendik Sekolah Rakyat 2025, Lengkap TIAP JABATAN, Usaha Tembus Sistem Kelulusan Prioritas dan Perangkingan

Menurutnya, pemerintah harus jujur kepada Presiden mengenai kondisi kelistrikan yang sebenarnya, termasuk kendala teknis serta daerah yang membutuhkan prioritas perbaikan.

Irwansyah juga mendesak agar pemerintah pusat memberi perhatian lebih pada Aceh pascabencana, terutama dukungan untuk percepatan pemulihan jaringan listrik.

Baginya, kunjungan Presiden seharusnya menjadi momentum penyelesaian masalah, bukan pemolesan situasi.

Baca Juga: Heboh Bau Bangkai dari Mobil Banjir Aceh Tamiang, Warga Panik Setelah Dicek Polisi Ternyata Begini Faktanya

Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Aceh maupun instansi terkait mengenai tudingan Irwansyah tersebut.

Sementara itu, warga terus berharap pemulihan listrik dapat berjalan cepat dan merata, mengingat aktivitas harian mereka masih sangat terganggu akibat pemadaman berulang.

Kasus ini menambah panjang kritik publik terhadap kinerja penanganan pascabencana di Banda Aceh.

Baca Juga: 130 Tahun Melayani Negeri, BRI Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok Lewat 1,2 Juta AgenBRILink

Masyarakat menilai pemerintah harus lebih mengutamakan kebutuhan warga ketimbang menampilkan kondisi semu saat kunjungan pejabat negara.

Transparansi dan kecepatan pemulihan menjadi dua hal yang kini paling ditunggu oleh warga Banda Aceh.***