POJOKSATU.id, JAKARTA—PDI Perjuangan (PDIP) merespon kabar yang menyebutkan mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mau gabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
PDIP melalui Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mempersilahkan Jokowi gabung dengan PSI sebab mantan presiden ketujuh ini sudah dipecat dari PDIP.
Djarot Saiful Hidayat mengaku tak ada masalah jika Presiden ke-7 Joko Widodo ini menjadi calon Ketua Umum PSI.
"Oh, itu urusannya Pak Jokowi. Kan dia juga bukan kader PDI Perjuangan," kata Djarot di Sekolah PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (16/5/2025).
Baca Juga: Polda Metro Usut Grup Facebook Fantasi Sedarah Sejak Minggu Lalu Meski Sudah Dihapus Meta
"Kan sudah dipecat dari PDI Perjuangan. Jadi silakan," sambungnya.
Djarot mengatakan peluang Jokowi menjadi Ketum PSI merupakan persoalan internal PSI.
"Itu urusannya partai, otonomi sendiri-sendiri. Silakan saja. Kita nggak ngurus," tuturnya.
Dia mengatakan PDI Perjuangan tak ingin mencampuri urusan partai lain.
Sementara itu DPP PSI mulai membuka wacana soal nama-nama calon ketua umum (ketum) yang akan bersaing dalam Pemilihan Raya menjelang Kongres Nasional PSI pada Juli 2025.
Baca Juga: Catat! Pemkot Bandung Akan Gelar Bazar Murah di 30 Kecamatan, Dimulai 19 Mei 2025
Dua nama yang mencuri perhatian adalah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan putranya, Kaesang Pangarep, yang kini menjabat Ketua Umum PSI.
"Betul ada dua nama yang muncul dalam diskusi di internal partai kami, yakni antara para kader yang menyebut Pak Jokowi dan Mas Kaesang," ujar Ketua DPP PSI, William Aditya Sarana, Jumat (16/5/2025).
Nama Jokowi muncul dalam diskusi internal partai sebagai salah satu figur yang dianggap layak untuk memimpin PSI ke depan.
“Pak Jokowi adalah mentor bagi kami. Jadi, Pak Jokowi punya tempat istimewa di sini. Sehingga, wajar apabila namanya digaungkan oleh kader kami,” ujar William.***




