POJOKSATU.id - Sebuah mobil Tesla berpelat merah mendadak menjadi pusat perhatian warganet setelah sebuah unggahan viral di platform X.

Memicu tanda tanya besar instansi mana yang memberikan mobil dinas semewah itu?

Video dan foto Tesla tersebut sudah tersebar luas, plat nomornya jelas terlihat.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Tak Lagi Menanggung 5 Operasi, Layanan yang Tiba-tiba Tidak Gratis

Namun pejabat maupun instansi yang mengaku sebagai pengguna mobil dinas tersebut hingga kini belum ada. Alhasil, publik dibuat penasaran sekaligus geram.

Kehebohan bermula dari unggahan akun X @ghozyulhaq pada Minggu, 23 November 2025.

Ia memperlihatkan sebuah Tesla Model S berpelat merah B 1002 WQE yang melintas di wilayah Tangerang Selatan.

Baca Juga: Profiling ASN Lampung Tuai Sorotan! Peserta dari OPD Tertentu Diduga Diistimewakan

“Instansi mana yang ngasih mobil dinas pejabatnya Tesla?” tulisnya dalam unggahan yang langsung diserbu komentar warganet.

Pertanyaan itu menggema ke berbagai platform sosial dan memicu perdebatan panas.

Bukan tanpa alasan unggahan itu menimbulkan reaksi besar.

Baca Juga: Rahasia Soal Literasi Digital Profiling ASN 2025, Materi Komprehensif dan Jawaban Lengkap Tersedia!

Tesla Model S dikenal sebagai salah satu sedan listrik mewah dengan harga tembus di kisaran Rp 1,5 miliar hingga Rp 2,7 miliar.

Publik pun mempertanyakan urgensi penggunaan mobil semahal itu sebagai kendaraan dinas.

Terlebih di tengah sorotan efisiensi anggaran dan kebutuhan publik yang dianggap lebih mendesak.

Tak berselang lama setelah viral, awak media meminta konfirmasi kepada Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie dilansir JawaPos.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Tak Lagi Menanggung 5 Operasi, Layanan yang Tiba-tiba Tidak Gratis

Ia langsung membantah bahwa mobil Tesla itu digunakan oleh pejabat di lingkup pemerintahannya.

Melalui pesan singkat, Benyamin menegaskan bahwa kendaraan tersebut “bukan milik pejabat Tangsel.

” Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai asal instansi atau lembaga mana yang dapat menggunakan kendaraan pelat merah semewah Tesla tersebut.

Baca Juga: Profiling ASN Lampung Tuai Sorotan! Peserta dari OPD Tertentu Diduga Diistimewakan

Bantahan itu justru memunculkan babak baru dari misteri ini.

Jika bukan milik pejabat Tangsel, lalu instansi mana yang memakai mobil itu?

Apakah mobil tersebut benar-benar kendaraan dinas resmi, atau ada faktor lain di balik penggunaan plat merah tersebut?.

Baca Juga: Wisata Kuliner Palembang Terlengkap 2025! Rekomendasi Hidangan Khas yang Wajib Dicoba

Hingga kini, belum ada penjelasan terbuka dari pihak mana pun. Yang jelas, videonya ada, platnya ada, mobilnya nyata tapi pemiliknya seolah hilang.

Kehebohan ini juga muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap pemerintah daerah, terutama setelah sebelumnya beberapa kebijakan anggaran Pemkot Tangsel dikritik.

Termasuk pembelanjaan yang dinilai tidak transparan.

Isu Tesla pelat merah pun dianggap sebagian warga sebagai “puncak gunung es” dari ketidakjelasan penggunaan anggaran publik.

Di lini komentar, warganet ramai mempertanyakan logika penggunaan mobil mewah sebagai kendaraan dinas.

Meski begitu, sejumlah warganet lainnya menyarankan agar publik menunggu informasi resmi dan tidak terburu-buru menyimpulkan.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Tak Lagi Menanggung 5 Operasi, Layanan yang Tiba-tiba Tidak Gratis

Namun, tanpa klarifikasi lengkap soal kepemilikan mobil tersebut, perdebatan terus bergulir dan rasa penasaran publik semakin besar.

Hingga artikel ini ditulis, belum ada instansi yang mengaku menggunakan Tesla pelat merah B 1002 WQE.

Tidak ada juga penjelasan apakah mobil tersebut tercatat sebagai inventaris negara, kendaraan operasional.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Tak Lagi Menanggung 5 Operasi, Layanan yang Tiba-tiba Tidak Gratis

Atau justru kendaraan pribadi yang menggunakan pelat merah secara tidak tepat.

Satu hal yang pasti kasus Tesla pelat merah ini menjadi salah satu viral paling membingungkan akhir tahun.

Karena menghadirkan teka-teki yang belum terjawab mobilnya jelas, videonya jelas, tapi siapa penggunanya tetap misteri.***