POJOKSATU.id - Kasus mutilasi Sleman yang salah satu pelakunya adala Waliyin, membuat warga dan tetangga kos pelaku kaget dan terheran-heran.
Waliyin diketahui menyewa sebuah kamar kos di Dusun Krapyak RT 04, Kecamatan Triharjo, Sleman.
Di tempat kos itu, baik warga dan tetangga kos sama sekali tidak memiliki informasi yang cukup banyak tentang sosoknya.
Padahal dia tercatat sudah menyewa kos tersebut sejak Agustus 2022 lalu.
Namun selama hampir setahun tinggal di sana, warga dan tetangga sama sekali tidak mengetahui persis apapun kegiatan dan kesehariannya.
Tidak banyak informasi yang bisa didapat dari warga dan tetangga.
Baca Juga: Miris! Siswa SD di Karawang Belajar di Luar Ruang Akibat Atap Rusak
Namun diketahui bahwa pelaku mutilasi Redho Tri Agustian itu bekerja sebagai karyawan sebuah restoran di Kaliurang.
"Kesibukannya kerja (karyawan) di kuliner (restoran). Berangkat pagim pulang malam," beber Ketua RT setempat, Ngatijo, Minggu 16 Juli 2023.
Berdasarkan KTP, Waliyin tercatat sebagai warga Dusun Gatak, Desa Sukumulyo, Kecamatan Kajoran, Magelang.
Sayangnya, Ngatijo juga tidak mengetahui cukup banyak tentang sosok yang cukup misterius itu.
Apalagi, sejak tinggal di tempat kos itu, Waliyin juga tidak pernah menyetorkan kartu identitasnya atau melapor kepada dirinya.
"Dia (Waliyin) tidak laporan saya. Jadi, saya tidak tahu dan tidak punya data," ungkap Ngatijo.
Tidak Ada Bercak Darah
Ngatijo membeberkan, Waliyin pelaku mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian selama ini memang cukup tertutup.
Baca Juga: Gong Yoo dan Seo Hyun Jin Bintangi Drama Korea Terbaru 'The Trunk', Segera Tayang di Netflix
Dia juga sangat jarang bergaul dengan warga dan tetangga, serta ikut kegiatan warga Dusun Krapyak.
Ngatijo juga tidak mengetahui persis apakah sosok misterius itu pernah membawa teman atau orang lain ke tempat kosnya atau tidak.
Ngatijo bercerita, sehari setelah penemuan potongan tubuh di Dusun Kelor, Bangunkerto, dirinya didatangi petugas kepolisian.
Baca Juga: Tragedi Pembunuhan di Jatisari, Karawang: Dua Pelaku Masih di Bawah Umur
Petugas tersebut menanyakan tentang Waliyin.
Akan tetapi dirinya tidak bisa memberikan banyak keterangan karena memang tidak memiliki data yang diminta kepolisian.
"Kan, dia tidak pernah melapor atau menyerahkan identitas ke saya," kata dia.
Baca Juga: Dilantik Presiden Jokowi Jadi Wamenlu RI, Ini Profil Pahala Mansury
Saat itu polisi sempat menunggu Waliyin pulang. Kemungkinan untuk dimintai keterangan atau ditangkap.
Akan tetapi setelah ditunggu lama, dia ternyata dia tidak pernah lagi pulang ke kos-nya.
Selanjutnya, polisi melakukan penggeledahan kamar kos Waliyin dengan izin pemilik tempat kos.
Baca Juga: Surya Paloh Belum Umumkan Capres Anies, Analisa Ray Rangkuti Mengejutkan
Dari dalam kamar kos itu, kata Ngatijo, polisi menemukan dan membawa sejumlah barang bukti.
Namun yang membuat heran adalah, bahwa di dalam kamar kos Waliyin dan barang bukti itu sama sekali tidak ditemukan ada bercak darah.
"Ditemukan parang, cangkul kecil. Di sebelah kosnya banyak bungkus sarung tangan, baju kotor tidak ada bercak darah," bebernya.
Pergi Bawa Sesuatu
Informasi yang beredar, eksekusi dan mutilasi Redho Tri Agustian itu dilakukan Waliyin pada Rabu, 12 Juli 2023.
Baca Juga: Santai Nikmati Makanan dan Belanja Daster di Pasar Malam, Arumi Bachsin Tuai Pujian Netizen
Itu adalah hari dimana ditemukan potongan tubuh di Dusun Kelor, Bangunkerto, pada Rabu malam.
Saat itu, warga dan tetangga sempat melihat Waliyin pulang ke tempat kos-nya.
"Saat itu Rabu malam sempat pulang, motornya ditinggal di selatan jalan karena lagi ada pengecoran, nggak bisa masuk," ungkap Ngatijo.
Baca Juga: Aktro Ray Sahetapy Sakit, Kondisi Tubuhnya Jadi Sorotan, Berat Badannya Turun Drastis
Akan tetapi dia kemudian pergi lagi meninggalkan tempat kos-nya dengan membawa sesuatu.
Sayangnya warga tidak mengetahui persis apa yang dibawa oleh Waliyin di malam itu.
Apalagi warga dan tetangga juga tidak terlalu memperhatikan.
Baca Juga: Heboh Pencopotan Baliho Ganjar Pranowo oleh Anggota TNI , Panglima TNI Buka Suara, Bahas Soal Aturan
Sebab saat itu tengah bergotong royong melakukan pengecoran jalan di depan gang masuk tempat kos Waliyin.
Di malam itu juga, warga melihat sama sekali tidak ada hal yang mencurigakan dari perilaku Waliyin.
"Kami tidak tahu bawa apa, soalnya sibuk kerja bakti," bebernya.***




