POJOKSATU.id - Masih ingat dengan Praka Riswandi Manik oknum Paspampres yang culik dan sikda penjual obat Imam Masykur?

Dalam menjalankan aksi pemerasannya, Praka Riswandi Manik dibantu rekan sesama dari Aceh, Praka Heri Sandi dan Praka Jasmowir.

Ketiga oknum TNI AD itu menculik dan menyiksa Imam Masykur sampai tewas.

Baca Juga: Janji Para Cawapres Soal Dana Abadi Pesantren, Kemenag Skakmat, Katanya Gini

Ketiganya berdalih bahwa Imam Masykur menjual obat-obatan terlarang.

Korban yang sama-sama asal Aceh itu diculik dan disiksa untuk mendapatkan tebusan Rp.50 juta.

Kini, kasus tersebut sudah disidangkan Pengadilan Negeri Militer II-08 Jakarta.

Baca Juga: Keluar dari BNN Tak Langsung Pulang ke Rumah, Ini Alasan Raffi Ahmad Memilih Datangi Kediaman Camelia Malik

Pada sidang Kamis 2 November 2023, terungkap betapa sadisnya Praka Riswandi Manik menyiksa Imam Masykur.

Kekejaman dan kesadisan Riswandi itu diungkap Khaidar yang dihadirkan sebagai saksi.

Yang cukup mencengangkan, kesaksian Khaidar itu mengungkap kesadisan Praka Riswandi Manik Cs yang selama ini belum pernah diungkap ke publik.

Baca Juga: Resmi, Panji Gumilang Tersangka TPPU, Kini Kasusnya Dobel

Untuk diketahui, Khaidar adalah juga penjual obat. Ia sama-sama jadi korban penculikan Praka Riswandi Manik Cs.

Khaidar juga adalah korban yang semobil dengan Imam Masyukur ketika diculik.

Khaidar lantas menceritakan blak-blakan detik-detik penyiksaan Imam Masykur yang disaksikan sendiri olehnya.

Kepada Oditur Militer, Khaidar mengungkap korban berkali-kali berucap sudah tidak kuat lagi menerima siksaan.

Karena itu korban lantas meminta minum kepada para pelaku.

Baca Juga: Masuki Masa Pensiun, Laksamana Yudo Margono Mengaku Ingin Bertani

"Korban minta minum, nggak tahu haus atau gimana. 2 kali dia minta," ungkap Khaidar.

Oditur Militer lantas meminta Khaidar menceritakan momen tersebut.

"'Pak, saya minta minum'. Dikasih sama yang duduk di tengah, minuman bekas, sisa," bebernya.

Baca Juga: Kisah Sutan Sjahrir yang Habiskan Sisa Hidupnya Sebagai Tahanan Politik

Akan tetapi dirinya tidak mengetahui persis siapa yang memberikan minum kepada korban.

Sebab saat itu matanya ditutup kaos oleh para pelaku.

Mungkin karena cuma minum sedikit, korban lantas minta minum lagi.

Baca Juga: Minta Maaf usai Like Postingan Gal Gadot, Zarry Hendrik Tulis Surat Terbuka, Akui Tindakannya Gegabah

Hal itu kemudian membuat para pelaku marah dan membentak-bentak korban.

"Bilang, 'Pak, saya masih haus'. Lalu dijawab, 'Kamu ini dibaikin malah ngelunjak'," beber Khaidar.

Dia juga mengaku mendengar Imam Masykur mengeluhkan sakit pada bagian dada.

Hanya saja dia tidak mengetahui penyebab kesakitan pada dada yang dikeluhkan korban.

"Dia bilang, 'dada saya sakit, pak'," ucap Khaidar.

Akan tetapi ucapan korban itu sama sekali tak dihiraukan oleh ketiga pelaku.

Baca Juga: Dikenal Sebagai Bakso Aci Terlaris di Bogor, Ini Asal Usul Nama Waroeng Uncal, Daftar Menu dan Harga Segini

Di dalam mobil, Khaidar juga mendengar detik-detik saat Imam Masykur dicambuki oleh para pelaku.

Saat itu korban sampai mengerang kesakitan menerima cambukan berkali-kali.

Imam Masykur juga sudah berkali-kali mengucapkan bahwa dirinya sudah tidak sanggup lagi menerima siksaan.

Baca Juga: Ini Kata Laksamana Yudo Margono Soal Sosok Jenderal Agus Subiyanto Yang Penuhi Syarat Jadi Panglima TNI

"Dia bilang, 'saya nggak sanggup lagi, pak'," tutur Khaidar.

Dalam kasus ini, Praka Riswandi Manik, Praka Praka Heri Sandi, dan Praka Jasmowir didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Imam Masykur.

Ketiga oknum TNI AD ini juga didakwa atas penganiayaan dan penculikan.***