POJOKSATU.id, JAKARTA—Pengamat politik Adi Prayitno menganalisa, protes rakyat di berbagai negara, mulai dari Prancis hingga Nepal, memiliki benang merah yang sama, yakni adanya jarak cukup jauh antara rakyat dengan elite.
Adi Prayitno berharap kerusuhan yang terjadi di Nepal dan Prancis menjadi bahan renungan bagi pejabat-pejabat di Indonesia.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai peristiwa di Nepal dan Prancis harus dijadikan bahan renungan bagi pejabat publik di Indonesia.
“Itu adalah peristiwa yang sepertinya membuat para pejabat publik kita tidak mau ada hal-hal semacam itu terjadi di Indonesia,” kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Minggu, 14 September 2025.
Baca Juga: Mantan Juru Bicara SBY Analisa Pergantian Menkeu Sri Mulyani, Kita Tunggu Hasilnya 3 Bulan ke Depan
Menurutnya, protes rakyat di berbagai negara, mulai dari Prancis hingga Nepal, memiliki benang merah yang sama, yakni adanya jarak cukup jauh antara rakyat dengan elite.
Kesenjangan itulah yang sering memantik amarah publik hingga melahirkan gelombang demonstrasi.
Adi menekankan, pejabat RI seharusnya bisa menarik hikmah dari berbagai peristiwa tersebut.
Jangan sampai sikap dan ucapan elite politik justru menambah kontroversi, kegaduhan, bahkan melukai perasaan publik.
Baca Juga: 6 Fakta Baru Kopda TNI AD Feri Herianto Terlibat Pembunuhan Kacab BRI, Diimingi Puluhan Juta
“Ini menyisakan hikmah bagi pejabat RI untuk tidak lagi memunculkan peristiwa-peristiwa yang berujung pada gelombang protes dan demonstrasi hanya karena masyarakat kecewa akibat elit,” ujarnya.
Ia mencatat, pasca demonstrasi besar Agustus lalu, iklim demokrasi di Indonesia mulai mengalami perubahan.
Istana maupun DPR kini lebih terbuka menerima aspirasi dari berbagai kelompok masyarakat.
“Bagi saya ini adalah salah satu hikmah, lesson learn yang saya sebut pelangi di setiap badai usai. Harapannya supaya semua elemen bangsa duduk bersama,” tegasnya.***




