POJOKSATU.id, JAKARTA-- Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung menyebut sesuai data yang dia terima angka kerugian akibat kemacetan di Jakarta mencapai Rp 100 triliun per tahun.

Pramono Anung berencana menyiapkan anggaran Rp 26 triliun sebagai solusinya untuk membangun sistem transportasi yang terintegrasi di Jakarta. Anggaran tersebut realistis.

Anggaran tersebut, baginya realistis mengingat data yang ada menyebut angka kerugian per tahun di Jakarta akibat kemacetan mencapai Rp 100 triliun.

Caranya menurut Pramono dengan memberikan subsidi ke 15 jenis atau golongan mendapatkan tarif gratis saat menaiki transportasi umum.

Baca Juga: Dikenal RATU EMAS, Mira Hayati Hadapi Berbagai Sangkaan, Mulai dari Produk Kosmetik, Emas Hingga Bangunan

Sebanyak 15 golongan pekerja akan mendapatkan kemudahan menggunakan moda transportasi yang lebih beragam di Jakarta.

Dia merencanakan akan mengikuti kriteria 15 golongan pekerja yang mendapat fasilitas gratis dari Transjakarta. Kemudian, akan mengimplementasikan pada LRT dan MRT Jakarta.

Selain untuk subsidi, angka itu juga dianggarkan untuk penambahan trayek Transjakarta menjadi Transjabodetabek.

Baca Juga: Agus Andrianto Masuk Kabinet Merah Putih, IPW Sebut Komjen Dofiri Paling Pas Jadi Wakapolri

Sehingga, masyarakat di daerah penyangga tidak perlu lagi mengendarai kendaraan bermotor masuk ke Jakarta.

Terlebih, sebanyak empat juta orang dari perbatasan setiap harinya masuk ke Jakarta untuk bekerja. Dengan demikian, kemacetan di Jakarta dapat dikurangi.

"Semua di Jakarta harus terkoneksi semua. Dipaksa naik kendaraan umum," ujarnya di Cipete, Jakarta, Sabtu (26/10).

Sarapan Bergizi Gratis

Sebelumnya Pramono juga mengutarakan berencana membuat program sarapan bergizi gratis bagi anak-anak sekolah.

Dia menjelaskan gagasan ini guna menyempurnakan program makan bergizi gratis dari pemerintah pusat.

"Pak Prabowo membuat yang namanya makan siang gratis, maka untuk Jakarta bagi anak-anak kita yang nanti nggak sempat makan siang (pagi), kami akan menyediakan sarapan gratis," sebut Pramono di Kapuk, Jakarta Barat, Jumat (25/10).

"Kenapa perlu ada sarapan gratis? Karena dananya ada," katanya.

"Saya sudah lihat dananya sudah kita alokasikan sehingga bisa dilakukan dan itu tidak perlu keluar biaya yang terlalu tinggi maka yang namanya pemerintah Jakarta pasti akan in-line, senafas dengan pemerintah pusat supaya apa yang menjadi program beliau bisa juga terlaksana dengan baik di Jakarta," jelas Pramono Anung lagi.***