POJOKSATU.id– Publik kembali dibuat heboh setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan uji konsep baru yang langsung menyita perhatian Work From Mall.
Ya, bekerja dari mal tempat yang selama ini identik dengan belanja dan nongkrong kini disiapkan pemerintah menjadi ruang kerja alternatif untuk masyarakat.
Pengumuman ini langsung melejit di media sosial dan memunculkan pertanyaan besar pemerintah beneran serius? Jawabannya iya, sangat serius.
Baca Juga: Car Free Night Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta Mulai Pukul 6 Sore Hingga Pukul 2 Dinihari
"Mal bukan hanya tempat berbelanja tapi bisa dimanfaatkan juga untuk kegiatan ekonomi atau bekerja," kata Airlangga dikutip pojoksatu.id dari cnbc indonesia 26/12/2025
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah kini mulai melibatkan pusat perbelanjaan sebagai ruang produktivitas kerja.
Terutama untuk pekerja work from anywhere, freelancer, kreator digital, dan pelaku gig economy.
Baca Juga: Deretan Wisata Keluarga di Depok yang Seru dan Hemat Biaya untuk Liburan Nataru
Pemerintah melihat pola kerja masyarakat sudah berubah jauh dari sebelum pandemi.
Jika dulu kantor adalah pusat aktivitas, kini masyarakat cenderung berpindah-pindah tempat untuk bekerja, dengan fokus pada fleksibilitas dan kreativitas.
Karena itu, menurut Airlangga, mal menjadi lokasi yang cukup ideal.
Baca Juga: Besok! Disdukcapil Kabupaten Bogor Buka Layanan Kependudukan di CFD Tegar Beriman
Fasilitas lengkap, AC dingin, akses Wi-Fi, kuliner berlimpah, hingga keamanan 24 jam membuat mal punya nilai tambah yang tidak dimiliki ruang publik lain.
Di banyak mal besar, fasilitas pendukung seperti kursi kerja, stop kontak, hingga area tenang sudah secara alami tersedia dan kini diminta untuk dipersiapkan lebih serius.
Tak tanggung-tanggung, pemerintah menyebut sudah ada lebih dari 400 mal di 24 provinsi yang siap mendukung konsep Work From Mall. Jumlah ini bukan kecil.
Artinya, hampir seluruh jaringan mal besar di Indonesia siap bertransformasi menjadi ruang kerja hybrid yang mampu menampung ribuan pekerja digital.
Hebohnya lagi, Airlangga secara terang-terangan meminta pengelola mal menyediakan workstation khusus.
Baca Juga: Car Free Night Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta Mulai Pukul 6 Sore Hingga Pukul 2 Dinihari
Bukan sekadar meja seadanya atau kursi kafe yang rebutan, tetapi benar-benar ruang duduk yang didesain untuk bekerja.
Dengan koneksi internet yang stabil, titik colokan listrik memadai, dan area nyaman untuk meeting online.
Permintaan ini bukan tanpa alasan, Menurut data pemerintah, kelompok pekerja muda terutama pekerja kreatif, editor video, desainer grafis, social media specialist.
Baca Juga: Car Free Night Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta Mulai Pukul 6 Sore Hingga Pukul 2 Dinihari
Hingga pekerja remote perusahaan asing kini mendominasi ekosistem ekonomi digital Indonesia.
Kelompok ini dinilai membutuhkan ruang kerja fleksibel dan menyukai suasana dinamis seperti di mal.
Di sisi lain, strategi Work From Mall dianggap sebagai “senjata ganda” pemerintah.
Baca Juga: Besok! Disdukcapil Kabupaten Bogor Buka Layanan Kependudukan di CFD Tegar Beriman
Selain memberikan ruang kerja nyaman bagi masyarakat, kebijakan ini juga dipercaya bisa menghidupkan ekonomi ritel.
Aktivitas bekerja dari mal akan memicu peningkatan konsumsi makanan, minuman, hingga transaksi belanja harian.
Sektor kuliner disebut menjadi yang paling potensial mengalami kenaikan signifikan.
Kebijakan ini juga sejalan dengan kampanye nasional seperti Belanja di Indonesia Aja dan Indonesia Great Sale yang sedang berjalan di ratusan mal.
Pemerintah berharap konsep Work From Mall dapat menambah pergerakan ekonomi dari kalangan pekerja digital yang biasanya memiliki pola konsumsi lebih tinggi.
Meski begitu, respons publik beragam.
Baca Juga: Car Free Night Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta Mulai Pukul 6 Sore Hingga Pukul 2 Dinihari
Banyak yang menyambut positif karena bekerja dari mal dianggap “lebih hidup” dan mengurangi kejenuhan bekerja dari rumah.
Namun ada juga yang mempertanyakan efektivitasnya untuk pekerjaan yang membutuhkan fokus tinggi.
Namun satu hal yang pasti pemerintah tidak sekadar melempar wacana.
Baca Juga: Besok! Disdukcapil Kabupaten Bogor Buka Layanan Kependudukan di CFD Tegar Beriman
Uji konsep sudah berjalan, koordinasi dengan pemerintah daerah dilakukan, dan pengelola mal diminta menyiapkan fasilitas.
Artinya, Work From Mall bukan sekadar tren sesaat. Ini adalah bagian dari strategi besar menghadapi perubahan lanskap kerja dan ekonomi digital Indonesia.
Publik kini tinggal menunggu bagaimana implementasi resminya.
Baca Juga: Darurat Buta Aksara Alquran, Pemkot Depok Gandeng Duta Quran Selamatkan Karakter Generasi Muda
Tapi melihat antusiasme yang muncul di media sosial, langkah Airlangga ini jelas sukses mencuri perhatian nasional.***




