POJOKSATU.ID - Kasus intimidasi siswa SD Swasta Abdi Sukma di Medan, Sumatera Utara belum lama ini menarik perhatian publik.

Seperti diketahui, salah seorang murid berinisial MA disebut mendapat perlakuan amoral dari gurunya sendiri.

Yang mana, dirinya dihukum dengan belajar di lantai lantaran tidak mampu membayar biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Baca Juga: Apa Nama Sekolah Siswa SD yang Dihukum Guru Belajar di Lantai? Ternyata Berbentuk Yayasan Terkenal di Medan

Mengetahui hal ini, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Swasta Abdi Sukma bernama Juli Sari sontak memberikan penjelasan atas kejadian yang terjadi.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platfrom X milik @bambang314 pada Sabtu (11/1/2025).

Dalam unggahannya, Juli turut memberi tanggapan terkait kejadian oknum guru yang telah menghukum salah seorang murid.

Baca Juga: Bambang Pacul Tak Hadir HUT PDIP di Jakarta Dengarkan Pidato Megawati, Alasannya Gara-gara Ini

Yang mana, dirinya menyebutkan bahwa tindakan bawahannya itu disinyalir lantaran korban tidak kunjung membayar SPP.

Kendati demikian, hukuman yang diberikan oleh pelaku dengan menyuruh siswanya belajar di lantai sama sekali tidak diketahui Juli.

“Wali kelasnya membuat peraturan sendiri di kelasnya bahwa kalau anak tidak ada menerima rapor (karena tunggak SPP),” ucapnya.

Baca Juga: Inilah Sosok Kamelia, Orang Tua Siswa SD di Medan Tak Terima Anaknya Dihukum Belajar di Lantai Gegara Menunggak SPP

“Tidak boleh menerima pelajaran dan mendudukkan siswa tersebut di lantai saat pelajaran berlangsung, tanpa kompromi dengan pihak sekolah,” lanjutnya.

Alih-alih demikian, tindakan oknum guru SD Swasta Abdi Sukma ini telah ramai diperbincangkan publik.

Hal ini terjadi usai orang tua murid bernama Kamelia (38) membagikan sebuah video yang memperliahtkan anaknya dihukum.

Baca Juga: Rencana KDM Pajak Sektor Kendaraan Bermotor Fokus Untuk Pembangunan Jalan, Siap-siap Kendaraan Luar Kota Harus Berplat Nomor Setempat

Terlebih, dirinya juga turut mencecar tindakan oknum guru tersebut lantaran telah bersikap amoral kepada siswa SD.

“Ini loh Buk, dia mau pigi sekolah dia nangis, dia bilang ‘mamak, aku malu duduk di bawah’ di mana sih perasaan Ibu,” ucap Kamelia.

“Saya tidak menyalahkan Ibu, saya menyalahkan bahwa Ibu telah menganggap anak saya macam binatang,” lanjutnya. ***