POJOKSATU.ID – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat Dedi Supandi belum lama ini ramai disorot publik.

Tidak lain, sorotan tersebut terkait sikapnya dalam menangani kasus siswa SMAN 6 Garut Priya Nailuredha Thoriq (16).

Seperti diketahui, Priya Nailuredha Thoriq berakhir meninggal dunia usai nekat bunuh diri lantaran depresi jadi korban bullying

Baca Juga: Tak Hanya Priya Nailuredha Thoriq, Korban Bullying SMAN 6 Garut Disebut Terlampau Banyak

Oleh karena itu, Kepala BKD Jawa Barat melakukan pendalaman khusus terkait kasus korban yang bunuh diri karena dibully oleh teman maupun diduga oknum guru.

Sebagaimana halnya dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarbandung pada Jumat (18/7/2025).

Menurut Dedi, pendalaman kasus itu terkait proses investigasi menguak bukti dugaan adanya aksi perundungan di SMAN 6 Garut.

Baca Juga: Terkait Dorongan Istana Ungkap Penyebab Kematian Diplomat Kembali, Wamensesneg: Jangan Paksa Polisi Hasilnya Harus Cepat

“Makanya, dibutuhkan pendalaman, kan, nanti bisa diambil handphonenya, diperiksa riwayat chatnya,” jelasnya.

“Dan lainnya sambil menunggu pihak kepolisian melakukan proses pemeriksaan atau seperti apa,’ lanjutnya.

“Yang didalaminya itu terkait administrasi kepegawaian, apakah pihak sekolah dari mulai kepala sekolah,” terangnya.

Baca Juga: Motor Sering Mogok? Waspadai 6 Gejala Kiprok Rusak yang Sering Diabaikan Pengendara!

“Wali kelas, guru BK, dan lainnya melaksanakan tugas secara bertanggung jawab atau tidak ketika terjadi seperti itu,” imbuhnya.

Diketahui, pendalaman itu dilakukan Dedi usai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menonaktifkan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 6 Garut.

Menurut Dedi Mulyadi, langkah penonaktifan itu tidak lain lantaran kedua belah pihak baik keluarga korban maupun sekolah bersikeras dengan pendiriannya.

Baca Juga: Siapkan Payung Hukum untuk Pesantren, Raperda Fasilitasi Mulai Dibahas DPRD Kota Bandung

Yang mana, pihak SMAN 6 Garut sendiri mengaku bahwa tidak adanya aksi perundungan di ruang lingkup sekolah.

Sedangkan, menurut pengakuan keluarga korban, Priya nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi karena kerap kali dibully oleh teman sekelasnya.

“Tadinya kita mau langsung melakukan konsiliasi mencari jalan tengah, tetapi karena keduanya merasa benar maka kita tempuh jalur investigasi pendalaman,” terangnya.

Baca Juga: Kata Keluarga Korban soal Sosok Pelaku Bullying Priya Nailuredha Thoriq: Silahkan Berpura-pura Lupa dengan Hukum Allah

“Untuk mewujudkan seluruh rangkaian ini berlaku secara transparan maka kepala sekolahnya kita nonaktifkan sementara sampai pemeriksaannya selesai,” lanjutnya. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov