POJOKSATU.id — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kerap dianggap hanya berdampak pada kalangan menengah ke atas.

Pasalnya, jenis BBM ini umumnya digunakan oleh pemilik kendaraan pribadi dengan kapasitas ekonomi lebih tinggi.

Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dalam praktiknya, kenaikan BBM nonsubsidi memiliki efek berantai yang turut dirasakan oleh masyarakat luas, termasuk kalangan ekonomi bawah.

Baca Juga: Beasiswa Hukum Jentera 2026 Resmi Dibuka, Gratis Biaya Kuliah hingga Lulus

Secara langsung, kenaikan harga BBM nonsubsidi memang membebani pengguna utamanya, seperti pemilik mobil pribadi, pelaku usaha logistik, hingga sektor industri.

Biaya operasional mereka meningkat, terutama dalam hal distribusi barang dan mobilitas.

Dampak ini kemudian merambat ke sektor lain. Kenaikan ongkos distribusi membuat harga barang di tingkat pasar ikut terdongkrak.

Baca Juga: Ribuan Massa GMPI Kepung DPRD Karawang

Bahan pokok seperti beras, sayur, hingga kebutuhan harian lainnya berpotensi mengalami kenaikan karena biaya pengiriman yang lebih mahal.

Bagi pedagang kecil, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri.

Mereka harus membeli barang dari distributor dengan harga yang sudah naik, sementara daya beli masyarakat tidak selalu meningkat. Akibatnya, margin keuntungan menjadi semakin tipis.

Baca Juga: PIP 2026 Resmi Cair untuk Anak TK, Dapat Rp450 Ribu per Tahun! Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Di sektor transportasi, dampak juga mulai terasa.

Meskipun sebagian angkutan menggunakan BBM subsidi, kenaikan harga nonsubsidi tetap memengaruhi komponen biaya lain seperti suku cadang dan operasional.

Hal ini sering berujung pada penyesuaian tarif, baik secara langsung maupun bertahap.

Baca Juga: Peluang Emas! Pendaftaran 1.000 Pramudi Mikrotrans Tahap 2 Dibuka Gratis, Simak Syaratnya

Situasi tersebut pada akhirnya meningkatkan beban pengeluaran masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Kenaikan harga makanan, ongkos kirim, hingga jasa sehari-hari membuat biaya hidup semakin tinggi.

Pelaku UMKM juga tidak luput dari tekanan. Biaya produksi dan distribusi yang meningkat memaksa mereka untuk memilih antara menaikkan harga jual atau mengurangi keuntungan.

Baca Juga: DPRD Karawang Masih Sepi, Pedagang Sudah Siaga di Pintu Gerbang

Kedua pilihan ini sama-sama berisiko terhadap keberlangsungan usaha.

Dengan demikian, meskipun kenaikan BBM nonsubsidi tidak langsung menyasar rakyat kecil, efek domino yang ditimbulkan tetap menjangkau seluruh lapisan masyarakat.***