POJOKSATU.ID - Guncangan dahsyat bermagnitudo 7,7 yang melanda Laut Flores hari ini membangkitkan kembali ingatan publik pada tragedi kemanusiaan terbesar di Nusa Tenggara Timur.
Otoritas BMKG menyebutkan bahwa peristiwa kali ini memiliki kemiripan mekanisme tektonik dengan bencana tsunami dahsyat yang pernah terjadi 34 tahun silam.
Tepat pada 12 Desember 1992, gempa bumi berskala 7,5 hingga 7,8 magnitudo meluluhlantakkan wilayah Flores.
Bencana sejarah tersebut berpusat di Laut Flores dan memicu gelombang tsunami raksasa hingga ketinggian 25 meter.
Baca Juga: Kurang dari Sebulan Sebelum Gempa M 7,7 NTT, Gempa Tektonik Darat Sempat Melanda Kupang
Gelombang dahsyat itu menyapu bersih kawasan pesisir utara Flores, Kota Maumere di Kabupaten Sikka, serta Pulau Babi.
Tragedi kelam puluhan tahun lalu itu merenggut lebih dari 2.500 jiwa dan menyebabkan ribuan orang luka-luka.
Selain menelan ribuan korban jiwa, infrastruktur pemukiman warga di kawasan pesisir juga hancur total.
Kesamaan lokasi episentrum dan besaran energi tektonik membuat para ahli memberikan perhatian ekstra pada gempa hari ini.
Baca Juga: Waspadai Gempa Susulan, Polair Polda NTT Dikerahkan Pantau Pesisir dan Perairan Pelabuhan
Pernyataan resmi pejabat badan penanggulangan bencana mengimbau warga untuk tidak meremehkan potensi anomali air laut.
Karakteristik gempa dangkal di perairan utara Flores terbukti memiliki daya rusak yang amat tinggi secara historis.
Revaluasi atas rekam jejak bencana masa lalu ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan darurat masyarakat.
Pihak berwenang terus berupaya memastikan bahwa dampak fatal seperti peristiwa tiga dekade lalu tidak terulang kembali.
Edukasi mitigasi berbasis sejarah bencana ini diharapkan mampu meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa di masa depan.***




