POJOKSATU.ID - Hujan deras yang melanda kawasan Pegunungan Arfak pada Jumat, 16 Mei lalu, menyebabkan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang permukiman penambang emas di Kampung Jim, Distrik Catubouw.

Peristiwa ini merenggut sembilan nyawa dan menyebabkan sepuluh orang lainnya masih belum ditemukan.

Sebagai respons sigap, Kementerian Sosial, melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), segera menerjunkan tim ke lokasi kejadian.

Tim ini bertugas melakukan asesmen, verifikasi, dan validasi data korban terdampak.

Baca Juga: Bantuan PIP Belum Cair? Segera Hubungi Sekolah dan Lakukan Hal Ini Segera!

Bantuan awal yang disiapkan meliputi santunan untuk keluarga korban yang meninggal dunia, serta dukungan bagi mereka yang mengalami luka berat maupun ringan.

Menteri Sosial menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir dan bertindak cepat dalam setiap musibah yang menimpa masyarakat.

Ia menyatakan bahwa tim sudah berada di lokasi dan bantuan telah disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Pemantauan situasi akan terus dilakukan, dan Kementerian Sosial siap mengirimkan bantuan tambahan jika diperlukan.

Baca Juga: Kabar Terbaru untuk Guru Non-ASN: Program Bantuan Tunai Rp 300 Ribu Per Bulan yang Belum Sertifikasi!

Masyarakat juga diimbau untuk senantiasa waspada dan mematuhi arahan dari petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Selain penyaluran bantuan logistik, Kementerian Sosial juga aktif berpartisipasi dalam operasi pencarian korban hilang.

Upaya ini dilakukan bersama dengan tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Basarnas.

Tim Kementerian Sosial turut membantu mengevakuasi korban selamat ke tempat yang lebih aman dan memfasilitasi proses pemulangan jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat untuk identifikasi lebih lanjut.

Hingga saat ini, pihak Basarnas telah berhasil mengidentifikasi total 19 korban.

Angka ini mencakup sembilan korban meninggal dunia dan sepuluh korban yang masih dalam proses pencarian.

Mayoritas korban yang terdampak berasal dari Kampung Muara Prafi dan Kampung Sembab, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari.***