POJOKSATU.id, Jakarta - Upacara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 pada 17 Agustus lalu mencatatkan momen sejarah baru dengan digelarnya upacara di dua lokasi berbeda.

Upacara sakral tersebut digelar di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dan Istana Merdeka, Jakarta.

Perayaan di IKN menjadi istimewa karena ini adalah upacara pertama yang diadakan di lokasi tersebut, menunjukkan kemajuan infrastruktur yang siap menjadi pusat pemerintahan.

Keberhasilan penyelenggaraan upacara ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang aktif dalam mengedukasi publik mengenai kemajuan pembangunan IKN melalui berbagai program.

Baca Juga: PENGADAAN PPPK 2024 Disiapkan 1.031.554 Formasi, Hanya Bisa Mendaftar SATU FORMASI di Instansi, Tidak Ada PENGANGKATAN OTOMATIS, Tak Ada AMBANG BATAS

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo, Septriana Tangkary, menyatakan bahwa serangkaian kegiatan telah dilaksanakan untuk menyampaikan kemajuan IKN berdasarkan data yang akurat.

Ada empat program utama yang telah dijalankan Kemenkominfo untuk menyebarkan informasi mengenai perkembangan IKN.

Program pertama adalah "Temu Influencer" dengan tema "Sudah Sejauh Mana Pembangunan IKN".

Dalam kegiatan ini, Kemenkominfo melibatkan para influencer media sosial untuk berdiskusi tentang pembangunan IKN, yang diadakan di berbagai kota seperti Makassar dan Manado.

Program kedua adalah konser musik "Voice of Nusantara" yang diadakan pada 31 Juli di Anjungan Sarinah Jakarta.

Baca Juga: Hadiri Langsung Pemeriksaan Kasus Kendarai Skuter dalam Kondisi Mabuk, Suga BTS Sampaikan Permintaan Maaf ke Publik

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kompeten terkait IKN, termasuk Panji Himawan dari Otorita IKN, Rima Agristina dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, serta perwakilan Paskibraka.

Selain itu, Kemenkominfo juga menggelar acara "Bincang Nusantara" di Makassar, pertemuan dengan 43 pemimpin redaksi media nasional dan enam media lokal di IKN, serta konferensi pers bersama Menkominfo dan pimpinan lembaga pemerintahan lainnya.

Menurut Septriana, IKN adalah bagian dari upaya percepatan pembangunan, pemerataan, dan pemberdayaan wilayah di luar Pulau Jawa.

Dengan penetapan IKN, diharapkan pusat ekonomi baru akan tumbuh di Kalimantan dan wilayah Indonesia Timur, sehingga dapat mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah di Indonesia.

“Pemindahan ibu kota ke Nusantara merupakan upaya membangun daerah baru yang smart, kompetitif di tingkat global, serta menciptakan lokomotif baru untuk transformasi Indonesia yang berbasis inovasi dan teknologi juga green economy,” ujar Septriana, Rabu (21/8/2024).

Septriana menjelaskan, ditetapkannya IKN sebab ingin menjadi kota yang mengedepankan inklusi sosial dan modern dengan memprioritaskan kelestarian dan keberlanjutan alam serta lingkungan hidup.

“Implementasi konsep sustainability di IKN membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mencapai visi bersama dalam membangun kota yang mengedepankan linkungkan sekaligus inovatif,” ucap Septriana.

Data yang dihimpun dari Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara, hingga Juli 2024 perkembangan pembangunan konstruksi infrastruktur batch I IKN telah menyentuh angka 86 persen.

Sedangkan per Juli 2024, pembangunan Istana Negara dan lapangan upacara IKN tercatat mencapai 82,73 persen.

Sementara itu untuk tahapan pembangunan kantor Presiden telah mencapai 88,54 persen.***