POJOKSATU.id, LAMPUNG-- Siswa SMP di Kelurahan Gunung Sulah, Bandar Lampung, berinisial KAS (13) menusuk perut temannya VI (13) gara-gara sering dibully.

Setelah diselidiki, aksi penusukan ini dipicu akumulasi rasa kesal pelaku akibat sering menjadi korban perundungan (bullying) di sekolahnya.

Peristiwa penusukan terjadi di Jalan Raden Pemuka, Kelurahan Gunung Sulah, Bandar Lampung, Senin (25/5/2026) pukul 11.00 WIB.

Kejadian ini bukan yang pertama, karena pada September 2025 lalu, kejadian serupa pernah terjadi.

Baca Juga: Hasil TKA 2026 Jenjang SD dan SMP Diumumkan Tanggal 26 Mei Mulai Pukul 13.00!

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, mengonfirmasi bahwa pelaku kerap menerima hinaan dengan kata-kata kasar yang turut menyeret nama orang tuanya dari korban dan rekan-rekannya.

Akibat insiden yang terjadi pada Senin (25/5), korban VI harus dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Moeloek setelah mengalami luka tusuk serius di bagian perut, dan saat ini dilaporkan dalam kondisi yang mulai membaik.

Mengingat kedua belah pihak masih berstatus anak di bawah umur, Polresta Bandar Lampung menerapkan penanganan hukum yang sangat berhati-hati.

Proses penyelidikan dan diversi kini berjalan dengan melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas), Pemerintah Kota Bandar Lampung, pihak sekolah, serta orang tua dari kedua belah pihak.

Baca Juga: Link Download SPTJM SPMB Jawa Tengah 2026 Lengkap Syarat SD, SMP, dan SMA

Tragedi ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan dan lingkungan keluarga.

Pihak kepolisian mengimbau para orang tua dan tenaga pendidik untuk memperketat pengawasan terhadap perkembangan psikologis serta interaksi sosial anak-anak di sekolah.

Penanganan serius terhadap gejala perundungan sejak dini dinilai krusial guna mencegah eskalasi konflik remaja yang berujung pada tindakan kriminalitas fisik di masa mendatang.

"Berdasarkan keterangan saksi dari rekan-rekan sekolah keduanya. KA ini sering dirundung atau dibully," ujar Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto, Rabu (27/5/2026).

Gigih mengungkapkan, perundungan itu dengan kata kasar hingga menjerumus menjelekkan orang tua. Korban diduga kerap menghina pelaku.

"Pelaku ini mengaku dihina dengan kata-kata yang kasar bahkan sampai menyebut kata yang membawa orang tuanya," jelasnya.

Gigih menegaskan pihaknya akan melibatkan banyak pihak dalam proses penyelidikan-penyidikan kasus ini karena keduanya merupakan anak di bawah umur.

Dia berharap orang tua dan pihak sekolah memantau pergaulan dan perkembangan siswa agar tidak terjadi lagi pembullyan.

Kejadian Berulang

Kejadian penusukan ini merupakan yang kesekian kalinya. Pada September 2025 lalu, kejadian serupa pernah terjadi.

Seorang pelajar SMP berinisial SR (13) nekat menusuk temannya yang satu sekolah, JS (13) hingga tewas saat jam istirahat.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 29 September 2025, pukul 10.30 WIB, di SMP Negeri 12 Krui.***