POJOKSATU.id, JAKARTA--Iko Juliant Junior, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) meninggal dunia Minggu (31/8/2025) sekitar pukul 15.30 WIB di RS Kariadi Semarang.
Sebelum meninggal, dari keterangan Satpam RS Kariadi, Iko Juliant diantar ke RS Kariadi Semarang oleh Brimob Polda Jateng dalam kondisi kritis, Minggu (31/8) sekitar pukul 11.00 WIB.
Pihak satpam RS dr Kariadi Semarang melapor ke ibu Iko, bahwa Iko diantar ke rumah sakit menggunakan kendaraan Brimob.
Anggota Pusat Bantuan Hukum IKatan Alumni (PBH IKA) Alumni FH Unnes, Naufal Sebastian, mengomentari kematian Iko ini.
Berdasarkan keterangan dokter, Iko mengalami kerusakan di bagian limpa dan pendarahan hebat. dokter menyarankan untuk dilakukan operasi.
"Ibu Iko menyetujui operasi dilakukan," terangnya dilansir dari Tribunbanyumas, Selasa (2/9).
Naufal melanjutkan, selepas operasi tersebut selesai, Iko ditemani oleh ibunya.
Dari keterangan ibunya, Iko sempat mengigau dengan kalimat ‘Ampun pak, tolong pak, jangan pukulin saya lagi’.
"Iko mengucapkan kalimat yang sama hingga 3 kali. Sambil memegangi tangan anaknya, Ibu Iko berbisik lirih agar memaafkan," bebernya.
Iko Juliant Junior merupakan mahasiswa S1 Fakultas Hukum Unnes Angkatan 2024. Almarhum merupakan warga Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Iko Juliant Junior meninggal di RSUP dr Kariadi Semarang, Minggu siang pukul 15.30 WIB.
Dari keterangan Naufal Sebastian, pada Sabtu, 30 Agustus 2025 pukul 17.00, Iko pamit ke ibunya hendak pergi ke kampus dengan membawa jas almamater, PDH DPM, tas ransel warna biru, serta mengendarai motor sendiri.
Kemudian, pada Minggu, 31 Agustus 2025 sekitar jam 11.00, teman Iko datang ke rumah Iko yang memberikan kabar kalau Iko sudah kritis di RSUP dr Kariadi Semarang.
Setelah Ibu Iko ngobrol dengan dokter, dinyatakan Iko mengalami kerusakan di bagian limpa dan pendarahan hebat. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi. Ibu Iko menyetujui operasi dilakukan.
Baca Juga: Kinerja Buruk Kontrak PPPK Bisa Tak Diperpanjang, Beda Sama PNS
Setelah operasi selesai, Ibu Iko menunggui. Pada saat menunggu, Iko mengigau ‘Ampun pak, tolong pak, jangan pukulin saya lagi’.
Pada Minggu, tanggal 31 Agustus 2025, sekitar pukul 15.30, Iko meninggal dunia.
Sementara itu, anggota PBH IKA Alumni FH Unnes lainnya, Ady Putra Cesario, Senin (1/9/2025) malam mengatakan, mereka sudah mendapatkan laporan kejanggalan kematian dari Iko.
“Kami turut berbelasungkawa, kami juga masih berupaya mengungkap fakta kematian korban yang masih abu-abu," terangnya.
"Ada rekan korban yang tahu kejadian ini, tetapi belum bisa memberikan keterangan karena masih trauma," paparnya.
Kendati begitu, pihaknya sepenuhnya menyerahkan kejadian ini kepada pilihan keluarga Iko apakah mau melaporkan kasus ini atau sebaliknya.
"Kami hanya berupaya mengungkap fakta," terang alumni FH Unnes 2010 itu.
Belum diketahui secara pasti penyebab luka-luka Iko, karena jenazah sudah dimakamkan pada hari Senin, 1 September 2025.
Sejauh ini belum ada keterangan yang pasti tentang peristiwa kejadian meninggalnya Iko Juliant Junior.
Sementara Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyebut, kepolisian harus melakukan penyelidikan terlebih dahulu terhadap informasi soal kematian Iko ini.
"Segera keluarganya atau utusannya merapat ke Polrestabes Semarang atau ke Mapolda untuk informasikan secara resmi kejadian tersebut guna penyelidikan atas informasi tersebut," katanya melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (1/9/2025).
"Kita harus lakukan penyelidikan dahulu informasi tersebut," imbuhnya. ***




