POJOKSATU.id, SEMARANG-- Penyidik Polda Jateng menemukan bukti atau struk parkir rumah sakit ketika AKBP Basuki dan dosen Untag Semarang, Dwinanda Linchia Levi, berobat ker RS Telogorejo.

Bukti struk parkir rumah sakit ini sejalan dengan keterangan AKBP Basuki dalam pemeriksaan sebelumnya.

“Memang sudah sinkron dengan hasil pemeriksaan terhadap AKBP B bahwa yang bersangkutan bersama saudari D datang ke Rumah Sakit Telogorejo untuk pengobatan. Yang berobat itu saudari D,” tegas Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, Selasa (25/11/2025).

Baca Juga: Polisi Cari Bukti Hubungan Intim AKBP Basuki dengan Dwinanda Linchia Levi di Kamar 210 Gajahmungkur

Penyidik juga telah meminta keterangan dokter yang menangani korban pada kunjungan tersebut untuk mencocokkan rekaman medis dengan kronologi kasus.

“Kemarin kita sudah mengambil keterangan kepada dokter yang melakukan pengobatan untuk mensinkronkan kronologis peristiwa,” jelasnya lagi.

Geledah Mobil AKBP Basuki

Polisi juga mendalami mobil Avanza yang digunakan AKBP Basuki dan Dwinanda Linchia Levi saat berobat di Rumah Sakit Telogorejo Semarang sebelum meninggal dunia.

Pemeriksaan kendaraan tersebut dilakukan setelah olah TKP lanjutan di kamar kostel yang sebelumnya ditempati korban.

Baca Juga: Polisi Sita Seprai Selimut di Kamar AKBP Basuki dan Dosen Dwinanda Levi di Kostel Gajahmungkur

Kabid Humas mengatakan penyidik menemukan adanya pakaian milik AKBP di dalam mobil. Kemudian struk pembayaran parkir Rumah Sakit Telogorejo tertanggal 16 November 2025, dimana Basuki dan korban melaksanakan kegiatan pengobatan.

Polisi juga menemukan obat-obatan serta sebuah tas perempuan di dalam mobil. Seluruh temuan tersebut, akan menjadi bagian dari barang bukti untuk membantu penyidik menyusun rangkaian kronologi peristiwa sebelum kematian korban.

“Obat-obatan yang ada di mobil tentunya harus kita kirim ke Laboratorium Forensik untuk ditentukan jenisnya,” jelasnya lagi.

Menurut Kabid Humas, seluruh hasil temuan dari mobil maupun pemeriksaan medis akan dituangkan dalam BAP sebagai bahan penyidik dalam mengungkap penyebab kematian dosen Untag Semarang, Dwinanda Linchia Levi itu.***