POJOKSATU.id — Kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Jakarta membuat opsi pemanfaatan air laut kembali mencuat.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah mengolah air laut menjadi air tawar melalui teknologi desalinasi.
Usulan tersebut disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi kemungkinan kekurangan air bersih.
Suhud mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertimbangkan teknologi tersebut, terutama karena desalinasi disebut telah diterapkan di wilayah Kepulauan Seribu.
“Mungkin juga langkah yang harus dilakukan adalah melakukan, di Kepulauan Seribu itu sudah ada desalinasi ya, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar,” kata Suhud.
Baca Juga: HP Bisa Terbakar Meski Tidak Dicas, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Menurutnya, pengalaman penerapan teknologi desalinasi di Kepulauan Seribu dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam mencari alternatif sumber air ketika ketersediaan air bersih menghadapi tekanan.
Teknologi desalinasi sendiri merupakan proses untuk mengurangi kandungan garam dan mineral terlarut dari air laut sehingga menghasilkan air dengan kadar garam yang jauh lebih rendah.
Salah satu metode yang umum digunakan adalah reverse osmosis atau RO.
Dalam proses ini, air laut diberi tekanan tinggi kemudian dialirkan melalui membran khusus.
Baca Juga: TNI Tangkap Pimpinan TPNPB OPM Kodap 35 di Bandara, Transaksi Senjata Api KKB Batal
Membran tersebut memungkinkan molekul air melewatinya, sementara sebagian besar garam dan zat terlarut lainnya tertahan.
Selain reverse osmosis, desalinasi juga dapat dilakukan melalui proses distilasi.
Air laut dipanaskan hingga menghasilkan uap, sementara garam tertinggal.
Uap air kemudian dikondensasikan kembali menjadi air.
Prinsip serupa juga dapat diterapkan dengan memanfaatkan energi matahari.
Panas dari sinar matahari digunakan untuk membantu menguapkan air, kemudian uap tersebut dikumpulkan dan didinginkan hingga berubah kembali menjadi air.
Baca Juga: Selain HGB Summarecon, KPK Bidik Pelicin Mutasi Pejabat Kementerian ATR BPN, Ada Uang Tunai Rp 106 M
Namun, air hasil desalinasi tidak serta-merta dapat langsung diminum.
Air tersebut tetap membutuhkan proses pengolahan dan pengujian kualitas untuk memastikan memenuhi standar keamanan air minum.
Dalam penerapannya, teknologi desalinasi juga membutuhkan energi dan fasilitas pengolahan yang memadai.
Oleh karena itu, pemanfaatannya dalam skala besar perlu mempertimbangkan aspek teknologi, biaya, kebutuhan energi, hingga pengelolaan hasil samping proses desalinasi.
Baca Juga: Persija Jakarta Bungkam Java United, Tempel MU di Puncak Klasemen
Secara sederhana, proses desalinasi dapat digambarkan sebagai pengambilan air laut, pemisahan kandungan garam, pengolahan air hasil pemisahan, kemudian pengujian kualitas sebelum digunakan sesuai peruntukannya.
Usulan pemanfaatan air laut sebagai sumber air alternatif tersebut menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan ketika Jakarta menghadapi tantangan ketersediaan air bersih akibat kondisi kemarau panjang.***




