POJOKSATU.id, JAKARTA—Kemarau panjang 2026 yang terjadi saat ini di beberapa wilayah di Pulau Jawa menyebabkan kebaran hutan dan lahan (karhutla).

Lebih 1.000 hektar lahan terbakar, dengan lokasi terdampak paling parah di Taman Nasional Baluran Situbondo Jawa Timur dengan luas 920,06 hektar.

Kemudian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan luas lebih dari 176 hektar.

Selain dua lokasi taman nasional tersebut, beberapa lokasi lain di Pulau Jawa juga dilanda kebakaran disebabkan kemarau panjang saat ini.

Baca Juga: Tepat Waktu

Dalam laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, karhutla disebut terjadi di dua kecamatan yaitu Desa Dukuh Kecamatan Bayat dan Desa Jiwo Wetan Kecamatan Wedi.

Peristiwa karhutla terjadi pada Rabu (12/8) sekitar pukul 16.00 WIB dengan luas lahan yang terbakar mencapai 7,9 hektar.

BPBD Kabupaten Klaten melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan instansi terkait, perangkat desa, relawan, dan warga sekitar untuk melakukan pemadaman. Api telah berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Diketahui, faktor utama karhutla ini disebabkan musim kemarau panjang yang menyebabkan suhu udara tinggi, kelembapan rendah, serta hembusan angin kencang membuat vegetasi semak, alang-alang, dan daun kering sangat mudah tersulut api.

Selain itu, pembakaran sampah atau pembukaan lahan dengan cara dibakar juga menjadi penyebab karhutla.

Baca Juga: Gandeng Kemendikdasmen, BGN Sasar 658.300 Guru di Tiga Provinsi, Lakukan Edukasi Gizi Program MBG

Aktivitas lain seperti membuang puntung rokok sembarangan di jalur pendakian atau kawasan hutan.

Aktivitas pencarian hasil hutan seperti pencari madu atau umbi yang menggunakan api unggun atau membakar ranting pohon, namun tidak dipadamkan secara sempurna.

Berikut daftar karhutla 2026 di Pulau Jawa :

1. Jawa Timur

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Karhutla terjadi di kawasan Blok Bantengan dan area sabana atau tebing dengan luasan lahan terbakar lebih 176 hektar.

Taman Nasional Baluran (Situbondo). Karhutla terjadi sejak Mei hingga Agustus 2026, dengan total akumulasi area terbakar mencapai lebih dari 900 hektare.

Pada 5 Agustus di kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, terjadi karhutla seluas 10 hektar.

Pada 9 Agustus terjadi karhutla di Gunung Bungkuk Magetan yaitu di Desa Mategal dan Bungkuk seluas lima hektar.

Di hari yang sama juga terjadi kebakaran hutan dan lahan di Desa Sumbermulyo, Jogoroto, Jombang, dengan luas lahan 2 hektar.

Pada 11 Agustus, kebakaran atau karhutla terjadi di Desa Kedungsigit di Gunung Jabung Trenggalek seluas 1 hektar.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Blitar, Ponorogo, Probolinggo, Pacitan, Lumajang, Bojonegoro, hingga Mojokerto.


2. Jawa Barat

Dinas Kehutanan dan BPBD Jawa Barat mencatat puluhan hingga ratusan kejadian karhutla di berbagai titik antara lain di Kabupaten Sumedang dan Subang.

Dari data karhutla BNPB antara 1 hingga 14 Agustus terjadi beberapa karhutla di Jawa Barat.

Pada 7 Agustus terjadi kebakaran di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi di kawasan Gunung Gede Pangrango seluas 1 hektar.

Sementara pada 9 Agustus, karhutla terjadi di Desa Bunihayu, Jalancagak, Kabupaten Subang seluas 2 hektar.


3. Jawa Tengah

Kebakaran lahan dan vegetasi kering melanda area perbukitan dan hutan rakyat di beberapa lokasi, di antaranya Sragen (Kalijambe), Klaten, dan Wonogiri.

Dari data BNPB, pada 7 Agustus terjadi karhutla di Desa Krakitan Bayat Kabupaten Klaten seluas 1 hektar.

Pada 8 Agustus terjadi karhutla di Desa Keling, Keling, Kabupaten Jepara seluas 2 hektar.

Pada hari yang sama, karhutla terjadi di Desa Kasegeran, Cilongok, Banyumas, seluas 3 hektar.

Pada 10 Agustus, karhutla di Desa Gunung Gajah, Bayat, Klaten, seluas 2 hektar.

Pada 11 Agustus karhutla terjadi di Desa Bukuran Kalijambe Kabupaten Sragen seluas 5 hektar.

Pada 12 Agustus di Desa Desa Dukuh dan Jiwo Wetan di Klaten terjadi karhutla 7,9 hektar.

Pada 13 Agustus karhutla terjadi di Desa Jogoprayan, Gantiwarno, Klaten seluas 18 hektar.

Pada hari yang sama, karhutla terjadi Desa Ngargosari dan Ngantuk, Sumber Lawang, Sragen, seluas 7,5 hektar.***