POJOKSATU.id, JAKARTA - Kecurigaan keluarga tentang adanya telepon misterius ke HP AKBP Buddy Alfrits Towoliu terbantahkan.

Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan pada HP AKBP Buddy oleh bidang Fisika Komputer Forensik (Fiskomfor) Puslabfor Mabes Polri.

Dalam hasil pemeriksaan itu, total ada 6 panggilan telepon di hari kejadian pada Sabtu (29/4/2023), sebelum AKBP Buddy ditemukan tewas.

Penegasan itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dhimas Prasetyo, pada Senin (1/5/2023).

"Kami menepis bahwa berita yang beredar bahwa tidak ada telpon dari orang orang tidak dikenal dan sebagainya disini," kata Dhimas.

Dalam data yang terekam, terdapat 6 komunikasi via HP AKBP Buddy pada hari kejadian.

BACA JUGA: Terungkap Sudah Nomor yang Terakhir Telepon ke HP AKBP Buddy, Durasi 38 Detik

Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa 6 nomor telepon yang melakukan kontak itu semuanya dikenal oleh Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur itu.

"Di sini yang menelpon semuanya orang yang dikenal oleh beliau," ungkap AKBP Dhimas.

6 nomor telepon yang keluar masuk pada hari kejadian itu diantaranya adalah nomor dari istri AKBP Buddy.

"Mulai dari keluarga, anak buah, kemudian istri, kemudian anak buah beliau sebagai kasat narkoba," ungkap dia.

Dhimas juga mengungkap pihaknya sudah memintai keterangan 5 dari 6 nomor dimaksud.

"Semua sudah kami ambil keterangan kecuali istri karena masih berduka, secara garis besar seperti itu,” sambungnya.

BACA JUGA: Hasil Puslabfor Forensik, Tak Ada Racun atau Alkohol pada Jenazah AKBP Buddy Alfrits Towoliu

Sebelumnya, paman AKBP Buddy Alfrits Towoliu, Cyprus A Tatali pada Sabtu (29/4/2023) mengungkap bahwa keponakannya menerima telepon sebelum ditemukan tewas.

"Sebelum meninggal sempat dapat telepon. Tidak sampai satu jam setelah terima telepon dari seseorang itu langsung dapat kabar berita Beliau meninggal," ujar Paman AKBP Buddy,

Cyprus menambahkan, awalnya Buddy sempat datang ke kantor Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Timur di Jatinegara pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Kedatangan Buddy itu untuk disebut sang paman untuk merenovasi ruang kerjanya.

Bahkan Cyprus menyebut bahwa mendiang polisi itu sempat berbincang dengan salah seorang rekannya yang bernama Nebi untuk datang ke ruangannya guna membahas rencana renovasi.

"Dia panggil ke kantornya untuk merehab gedung ruangan dia. Beliau berbincang untuk rencana renovasi dan di mana tempatkan ruangan baru minimal ruangannya tidak kumuh, bersih," kata Cyprus.

BACA JUGA: Diperlihatkan Video CCTV, Keluarga AKBP Buddy Tetap Tuntut Penyelidikan harus Profesional

Saat perbincangan itu dilakukan, tiba-tiba AKBP Buddy mendapatkan telepon dari seseorang yang mengharuskan dia meninggalkan ruang kerjanya.

Cyprus menyebut bahwa Nebi tidak mengetahui siapa menelepon keponakannya itu.

Menurut rekan Buddy itu, korban langsung bergegas berangkat dengan memesan taksi online.

"Nah berangkatnya anehnya dia naik Grab, katanya naik grab. Padahal dia ada mobil pribadi. Kan bertanya juga keluarga kalau dia bela- belain naik grab," kata Cyprus.

"Berarti yang telepon ini berarti tidak selevel atau di bawah dia. Karena dia harus cepat, kan kira kira begitu."

"Berarti orang telepon itu minimal 'di atas' daripada dia, kan kita menduga juga," kata dia. (ruh/pojoksatu)