POJOKSATU.id, SULSEL-- Jenazah pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) Florencia Lolita Wibisono atau Olen akan diterbangkan pulang ke Jakarta, Rabu (21/1/2026) sore.
Keluarga Olen mengucapkan terima kasih kepada tim SAR gabungan atas penemuan jasad Olen di Gunung Bulusaraung usai pesawat ATR 42-500 jatuh, Sabtu (17/1) lalu.
“Kami mewakili keluarga Florencia Lolita Wibisono, terima kasih buat Basarnas, TNI-Polri, Biddokkes Polda Sulsel, PSDKP KKP, dan perusahaan tempat adik kami bekerja,” kata Velix Wibisono, kakak Olen, usai jenazah adiknya dimasukkan ke dalam peti mati.
“Semua pihak telah bekerja keras untuk menemukan adik kami,” ucap Velix lagi.
Saat peti jenazah diletakkan di hadapan keluarga di Biddokes Polda Sulsel, suasana menjadi sangat haru.
Natasha Wibisono dan Velix Wibisono, kakak Olen, menatap adiknya dengan mata berkaca-kaca menahan kesedihan.
Velix menambahkan agar korban pesawat yang lain segera ditemukan Tim SAR gabungan.
“Semoga saudara-saudara kami yang lain segera ditemukan. Kita doakan semua perjalanan lancar, dan kita diberi kekuatan. Bersyukur adik kami bisa ditemukan,” ujarnya.
Rencananya, jenazah Olen akan diberangkatkan menuju Jakarta sekitar pukul 17.00 WITA.
Florencia diketahui berusia 33 tahun dan beralamat di Oak Tower, Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 diketahui teridentifikasi bernama Florencia Lolita Wibisono.
Hasil identifikasi menunjukkan jenazah postmortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004.
Kepala Kepala Pusat Identifikasi (Kapusindent) Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi menjelaskan proses identifikasi.
Kedatangan jenazah berjenis kelamin perempuan ini disebutnya masih bagus. Sehingga papillary sidik jari masih bisa terbaca. Papillary ridges merujuk garis-garis menonjol pada jari.
"Sehingga kami langsung ambil sidik jari dengan peralatan yang kami miliki bisa membaca identitas bersangkutan," kata Brigjen Pol Mashudi di Biddokes Polda Sulsel.
Dijelaskan, pembuktian dilanjutkan dengan mengambil sampel pembanding. Sidik jari jempol tangan kiri korban dibandingkan dengan data miliki tim.
Jenazah Olen tiba di Biddokkes Polda Sulsel setelah menempuh perjalanan cukup panjang.
Dari lokasi jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung, jenazah dievakuasi melalui medan ekstrem dan tebing curam dengan ketinggian mencapai 500 meter.
Sulitnya medan sehingga proses evakuasi berlangsung lebih dari dua hari hingga tiba di Polda Sulsel.***




