POJOKSATU.id, KARANGANYAR – Mantan kiper Persis Solo dan Timnas Indonesia U-23, Nuri Agus Wibowo (24), meninggalkan rumah sejak Senin (8/6/2026).
Dari keterangan kakak Nuri Agus, Mbarep Wahyudi, Nuri diduga alami depresi usai alami benturan kepala saat melawan Persiba di Liga 2.
Sebelumnya, Nuri juga mengalami luka patah di salah satu jari kaki kiri akibat kecelakaan. Nuri harus menjalani operasi dan harus istirahat selama 4-5 bulan. Kondisi ini membuat Nuri diduga depresi.
"Mungkin Nuri dibilangi dokter itu langsung drop, tidak mau besar hati. Harusnya kan momen seperti ini bisa ia manfaatkan untuk istirahat, untuk pemulihan cedera, dan harus besar hati," imbuh Mbarep.
Baca Juga: Perang AS-Israel dengan Iran dan Perubahan Geoekonomi ASEAN
Dia kerap menguatkan sang adik dan mengingatkan untuk fokus pemulihan agar segera kembali merumput.
Namun dengan kondisi yang dialaminya, diduga Nuri stres sebab kontrak dengan Persiku habis sementara ia tidak bisa mencari penghasilan lewat berlaga di tarkam.
Hilang Kontak di Magelang
Sejumlah petunjuk telah berhasil dikumpulkan keluarga, mulai dari rekaman kamera pengawas (CCTV) di rumah, keterangan pengemudi ojek online (ojol), hingga informasi keberadaan Nuri di Magelang, Jawa Tengah.
Berikut jejak terakhir Nuri sebelum akhirnya hilang kontak dengan keluarga.
Mbarep Wahyudi, mengatakan keluarga langsung memeriksa rekaman CCTV setelah mengetahui adiknya tidak berada di rumah.
Dari rekaman tersebut, Nuri terlihat meninggalkan rumah di Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, pada Senin pagi.
Saat itu, ia mengenakan hoodie hitam, celana pendek abu-abu, dan sandal.
Baca Juga: Nuklir Teheran Dibahas 60 Hari ke Depan, Ini Lima Poin Kesepakatan Damai Iran vs Amerika Serikat
"Saya cek kamera CCTV rumah dan melihat adiknya keluar dengan mengenakan Hoodie Hitam, celana pendek abu-abu, serta sendal, meninggalkan rumah," kata kakak Nuri ini, Minggu (14/6/2026).
Rekaman itu juga menunjukkan Nuri pergi menggunakan jasa ojek online yang sebelumnya telah dipesannya.
Berbekal petunjuk dari CCTV, keluarga kemudian berupaya mencari pengemudi ojol yang mengantar Nuri. Mbarep berhasil menemukan dan meminta keterangan langsung kepada pengemudi tersebut.
Dari pengakuan pengemudi, Nuri diketahui diantar ke kawasan Purwosari, Kota Solo.
Setelah mengetahui lokasi tujuan awal Nuri, keluarga langsung melakukan pencarian di sejumlah tempat di sekitar Purwosari.
Mbarep mengaku mendatangi hotel, tempat nongkrong, hingga agen perjalanan untuk mencari petunjuk keberadaan adiknya. Ia menduga Nuri pergi ke luar kota karena meninggalkan rumah tanpa membawa telepon seluler, tetapi membawa uang tunai sekitar Rp 10 juta.
"Saya cari di sekitar Purwosari, ke travel, ke hotel, ditempat-tempat nongkrong juga tidak ada, kemudian saya cari cek di Travel, karena saya feeling dia pergi ke luar kota, dia pergi tidak bawa hp dan bawa uang tunai Rp 10 juta," kata dia.
Namun, pencarian di Solo belum membuahkan hasil.
Petunjuk berikutnya muncul ketika keluarga memperoleh informasi bahwa Nuri sempat berada di sebuah pusat perbelanjaan di wilayah Magelang.
Menurut Mbarep, saat itu Nuri berada bersama seorang temannya. Namun, keberadaan mantan kiper Persiku Kudus tersebut kembali tidak terlacak setelah berpisah dengan rekannya.
"Terakhir dituruni temannya di Mall Magelang, karena temannya juga mau terapi, dia minta ditinggal saja, nanti setelah selesai terapi dijemput lagi, eh, malah dia gak ada di sana," ungkap Mbarep.
Sejak saat itu, keluarga kehilangan jejak Nuri dan belum mengetahui keberadaannya hingga sekarang.***




