POJOKSATU.ID - Setelah banjir besar menghantam Medan dan sekitarnya, warga kini dihadapkan pada masalah baru kelangkaan BBM.
Sejumlah SPBU di berbagai titik dipadati kendaraan hingga antrean mengular ke badan jalan.
Kondisi itu membuat arus lalu lintas tersendat dan memicu kemacetan panjang sejak Senin (1/12/2025).
Baca Juga: PKH Tahap 4 Cair 1–10 Desember 2025, Ini yang Harus Diketahui Penerima di Desil 1 dan Desil 2
Di SPBU kawasan Jalan Panglima Denai, antrean kendaraan terpantau mengular sampai keluar area pengisian.
Pengendara motor dan mobil saling berebut antrean, sementara sebagian lainnya memilih menunggu di tepi jalan, berharap stok BBM segera datang.
Beberapa warga mengaku sudah mengantre lebih dari dua jam hanya untuk mendapatkan beberapa liter bensin.
Situasi ini terjadi karena distribusi BBM terganggu akibat banjir yang merendam sejumlah akses utama.
Jalur pendistribusian yang menghubungkan depot Pertamina ke SPBU di Medan mengalami kendala, membuat suplai tersendat selama beberapa hari.
Warga yang sebelumnya fokus pada proses pembersihan rumah pascabanjir kini harus menghadapi kesulitan mencari bahan bakar untuk transportasi dan keperluan harian.
Di beberapa SPBU lainnya, situasi serupa terjadi. Ada SPBU yang kehabisan stok sebelum siang hari, membuat pengendara terpaksa berpindah-pindah mencari lokasi lain.
Baca Juga: Vonis Suap Berjalan, Dua Hakim Pelepas Ronald Tannur Resmi Dijebloskan ke Salemba
Tak sedikit pula warga yang akhirnya membeli BBM eceran dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Kondisi ini membuat banyak masyarakat mengeluh, merasa terbebani secara ekonomi setelah sebelumnya kehilangan aset akibat banjir.
Pertamina memastikan bahwa stok BBM sebenarnya masih aman di depot, namun distribusi terganggu karena kondisi jalan pascabanjir.
Kerusakan akses, kemacetan parah, hingga kendaraan tangki yang sulit memasuki wilayah tertentu menjadi penyebab utama terjadinya penundaan suplai.
Pertamina menargetkan distribusi normal kembali dalam dua hingga tiga hari ke depan, bergantung pada pulihnya akses dan cuaca.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengakui bahwa kondisi pascabanjir cukup mengganggu mobilitas warga.
Baca Juga: Cara Offline Ajukan Sanggahan atau Usul Bansos, Panduan ke Kantor Kelurahan dan Dinsos
Wakil Gubernur Sumut meminta Pertamina mempercepat pendistribusian BBM agar antrean tidak semakin panjang dan aktivitas masyarakat segera kembali normal.
Ia juga meminta pemerintah kota lebih sigap mengatur lalu lintas agar kemacetan akibat antrean panjang tidak menimbulkan masalah baru.
Di sisi lain, keluhan warga terus berdatangan. Banyak yang merasa pemerintah lambat merespons situasi ini.
Sebagian menilai persoalan antrean BBM bukan hal baru, tetapi selalu kembali muncul setiap kali bencana melanda.
“Sudah banjir, sekarang cari bensin pun susah. Harusnya pemerintah cepat turun tangan,” ujar seorang warga yang sudah mengantre selama hampir dua jam. dikutip pojoksatu.id dari (Detik.com)
Baca Juga: Deretan Alasan Sanggahan Bansos yang Diterima dan Ditolak, Warga Wajib Tahu sebelum Ajukan Usulan
Antrean yang mengular di sejumlah SPBU juga berdampak pada aktivitas logistik dan penyaluran bantuan.
Kendaraan operasional yang digunakan untuk membawa bantuan ke daerah terdampak banjir ikut kesulitan mencari bahan bakar.
Hal ini memperlambat distribusi kebutuhan pokok bagi warga yang masih tinggal di posko pengungsian.
Situasi darurat ini menunjukkan pentingnya kesiapan distribusi energi, terutama di wilayah rawan banjir seperti Medan.
Tanpa skema distribusi alternatif, gangguan kecil sekalipun dapat memicu krisis yang lebih besar di tengah masyarakat.***




