POJOKSATU.ID - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mengerahkan dokter internship dan dokter koas ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Instruksi itu disampaikan dalam rapat terbatas penanganan bencana di Posko Terpadu Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12) malam. dilansir dari Detik.com
Perintah ini dikeluarkan setelah Menkes Budi melaporkan bahwa Aceh mengalami kekurangan tenaga medis yang cukup signifikan.
Banyak fasilitas kesehatan kewalahan melayani korban banjir dan longsor, sementara beberapa daerah masih terisolasi sehingga membutuhkan dukungan medis tambahan.
Prabowo menegaskan bahwa penguatan tenaga kesehatan menjadi prioritas, mengingat ribuan warga di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara membutuhkan layanan medis cepat.
Ia meminta seluruh dokter muda yang sedang menjalankan internship ataupun koas segera ditempatkan di titik-titik krusial untuk membantu penanganan darurat.
Baca Juga: Viral! Tabungan Haji Pasutri Korban Banjir Ditemukan Utuh di Tengah Lumpur, Warganet Ikut Merinding
“Kita butuh tambahan dokter di lapangan. Tolong segera dikerahkan tenaga internship dan koas untuk membantu penanganan korban,” ujar Prabowo dalam rapat tersebut.
Instruksi ini menjadi tindak lanjut dari laporan Menkes Budi mengenai kondisi fasilitas kesehatan yang kekurangan tenaga, obat-obatan, dan alat medis.
Beberapa posko kesehatan dilaporkan kewalahan karena jumlah pasien meningkat drastis, mulai dari luka-luka akibat bencana, infeksi kulit, hingga penyakit yang muncul di pengungsian seperti ISPA dan diare.
Prabowo meminta kementerian terkait bergerak cepat agar masyarakat terdampak mendapatkan penanganan optimal.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI–Polri, serta organisasi kemanusiaan untuk memastikan setiap korban mendapat layanan medis tanpa hambatan.
Pengerahan dokter internship dan koas diharapkan dapat memperkuat kapasitas tim medis yang sudah berada di Aceh dan wilayah lain.
Selain membantu pemeriksaan kesehatan, mereka juga akan bertugas mendukung layanan darurat, mendampingi tenaga medis senior, serta melakukan pemantauan risiko kesehatan di tenda pengungsian.
Sementara itu, pemerintah daerah terus mendata kebutuhan pasien dan memprioritaskan pengungsi yang rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat risiko penyakit semakin meningkat sehingga kehadiran tenaga medis tambahan menjadi sangat penting.
Baca Juga: Gubernur Sumbar Mahyeldi Batalkan Pernikahan Anak demi Fokus Tangani Bencana Sumatera
Menkes Budi menyebut bahwa koordinasi dengan fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan sudah dilakukan untuk menyiapkan tenaga koas dan internship yang akan dikirim.
Mereka akan ditempatkan di rumah sakit rujukan, puskesmas, hingga posko kesehatan terdekat.
Di sisi lain, pemerintah juga terus menyalurkan obat-obatan, alat kesehatan, dan peralatan medis darurat ke daerah yang paling membutuhkan.
Baca Juga: SMPIT Thariq Bin Ziyad Luncurkan Program Al-Qur’an untuk Orang Tua
Operasi evakuasi korban dan penyaluran logistik pun terus diperkuat agar layanan kesehatan dapat berjalan efektif.
Instruksi pengerahan dokter muda ke daerah bencana menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan medis yang layak, cepat, dan merata di tengah situasi darurat yang masih berlangsung.***




