POJOKSATU.id, JOGJA—Kekerasan terhadap anak usia bayi hingga balita di lokasi penitipan anak atau Daycare Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, menggemparkan publik.
Kapolresta Yogyakarta Kombes Eva Guna Pandia mengungkap penggerebekan di lokasi penitipan anak ini bermula dari laporan mantan karyawan yang resign atau mengundurkan diri.
Kombes Eva Pandia mengatakan, kasus ini terbongkar setelah seorang karyawan merasa janggal dengan perlakuan pengasuh terhadap anak-anak yang dititipkan di sana.
Baca Juga: Kronologi Terbongkarnya Kasus Kekerasan Penitipan Anak di Jogja, Polisi Lihat Langsung Penganiayaan
Kondisi ini tak sesuai dengan hati nuraninya lalu dia memutuskan resign atau mengundurkan diri. Namun saat proses pengambilan ijazah kembali, ijazahnya malah ditahan sehingga dia melaporkan kejadian di sana ke polisi.
“Awalnya dari karyawannya itu melihat bahwa perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititip itu kurang manusiawi,” kata Kapolres, Sabtu (25/4/2026).
Kondisi di sana tidak sesuai dengan hati nuraninya karena mungkin ada yang dianiaya dan mungkin juga ditelantarkan oleh pengurus di sana.
Kemudian, karyawan tersebut memutuskan mengundurkan diri.
Baca Juga: Sosok Praka Rico Pramudia Anak Dolok Masihul Gugur di Lebanon, Anak Masih Kecil Baru Menikah 6 Tahun
Namun, setelah mengundurkan diri, ijazah milik karyawan tersebut justru ditahan oleh pihak Daycare Little.
“Ijazahnya ditahan sama pemilik sehingga dia melaporlah ke kita. Sehingga kami dapat informasi seperti itu. Langsung ditindaklanjuti,” bebernya.
Anak Alami Kekerasan Fisik
Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian menyebut jumlah total korban mencapai 103 anak, dengan hampir separuhnya terkonfirmasi mengalami kekerasan fisik.
Ratusan anak tersebut berada dalam rentang usia yang sangat rentan, yakni mulai dari bayi hingga balita.
“Kalau jumlah semua kita lihat itu 103 anak. Tapi kalau untuk yang kita lihat ada tindakan kekerasannya, itu sekitar 53 orang. By data ya,” ujar Kompol Adrian, Sabtu (25/4/2026).
Selain itu, petugas kepolisian juga menyaksikan langsung perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan pengasuh terhadap anak-anak di lokasi saat penggerebekan berupa ada anak yang kakinya diikat dan juga tangan diikat dan sebagainya.***


.webp)

