POJOKSATU.id, JAKARTA—Harta kekayaan Dedy Mandarsyah dan istrinya Sri Meilina jadi sorotan publik usai kasus anaknya Lady Aurellia Pramesti dengan sesama dokter koas Unsri Palembang.
Selain harta, sosok biodata Dedy Mandarsyah ST MT sebagai Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat, juga jadi incaran.
Dedy Mandarsyah merupakan pejabat publik di bawah naungan Kementerian PUPR.
Dari data yang tertulis di LHKPN di website KPK, Dedy Mandarsyah memiliki harta kekayaan Rp9.426.451.869 atau Rp9,4 miliar.
Sementara istrinya Sri Meilina disebut sebagai pengusaha ternama di Sumsel.
Berikut rincian harta kekayaan Dedy Mandarsyah yang tercantum LHKPN milik KPK.
- Alat transportasi dan mesin yakni Mobil Honda CRV Rp450.000.000
- Harta bergerak lainnnya Rp830.000.000
- Surat berharga mencapai Rp670.700.000
- Kas dan setara kas Rp6.725.751.869.
- Tanah dan Bangunan Rp750.000.000 di kawasan Jakarta Selatan.
Dedy Mandarsyah adalah orang tua Lady Aurellia Pramesti mahasiswa dokter koas Universitas Sriwijaya (Unsri).
Lady Aurellia disebut sebagai dalang penganiayaan seniornya bernama Luthfi yang juga dokter koas Unsri.
Biodata Dedy Mandarsyah
Dedy Mandarsyah mulai melaporkan harta kekayaan setelah menjadi Kepala Satuan Kerja sebagai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II, Provinsi Riau.
Lalu Dedy Mandarsyah menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja sejak Desember 2016 hingga Desember 2019.
Satu di antaranya menjadi Kepala Satuan Kerja Wilayah I Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2019.
Dedy kemudian menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komite (PPK) hingga Desember 2022.
Setelah itu, Dedy Mandarsyah menjadi Kepala BPJN Kalimantan Barat hingga saat ini.
Kasus Dokter Koas Unsri
Perlu diketahui, kasus ini berawal ketika korban Luthfi yang saat itu menjabat sebagai ketua koas membuat rencana jadwal piket untuk timnya di libur tahun baru 2025.
Yang mana, diskusi antar dokter koas Unsri itu membuat kesepakatan perihal jadwal piket pada malam hari.
Namun, junior dokter koas bernama Lady Aurellia Pramesti justru tidak mengindahkan kesepakatan arahan dari Luthfi.
Baca Juga: Rokhmin Dahuri Minta Praktik Ijon Petambak Garam Dihentikan
Lady yang tidak terima ini sontak melaporkan tindakan seniornya kepada orang tuanya.
Tidak lama setelahnya, ketua dokter koas Unsri ini dipanggil oleh orang tua Lady di salah satu restoran kawasan Palembang, Sumsel.
Saat bertemu, keduanya sempat membawa alur pembahasan terkait jadwal piket yang telah ditetapkan pada malam hari.
“Lady ini kemudian lapor ke mamanya dan ketua koas Luthfi dipanggil oleh mamanya lady ke restoran terkait jadwal jaga,” jelas dikutip Pojoksatu.id dari akun X milik @satria_gigin.
Dan pembicaraan antara Luthfi dengan orang tua Lady ini justru berujung penganiayaan hingga babak belur.***




