POJOKSATU.id - Kongres Pemuda Indonesia (KPI) menilai ada kejanggalan kematian Bripda Setyo Herlambang.
Disebutkan Brigadir Setyo Herlambang tewas tertembus peluru dari senpi sendiri.
Dikabarkan pula bahwa peluru tembus menerjang dada tembus jantung dan paru-paru Brigadir Setyo Herlambang.
Jika merujuk profil korban, Brigadir Setyo Herlambang bukanlah anggota polisi kaleng-kaleng.
Dari pengalamannya, Brigadir Setyo Herlambang tercatat pernah bertugas di Gegana Satbrimob Polda Kaltara dam Pasukan Gegana pada Korps Brigade Mobil (Brimob).
Dia juga pernah bertugas di kesatuan khusus Polri yang diberi tugas taktis seperti penjinakan bahan peledak, kontra terorisme dan pemberontakan.
Baca Juga: Kaesang Pangarep Gabung PSI Dapat Restu, Bukti Jokowi dan PDIP sedang Tidak Baik-baik Saja
Tak hanya itu, korban juga dibekali kemampuan untuk penyelamatan sandera, penanganan ancaman kimia-bilogi-radiasi (KBR), sampai intelijen.
Hal itu diungkap Presiden KPI, Pitra Romadoni Nasution dalam keterangannya yang diterima pojoksatu.id, Senin 25 September 2023.
"Pasukan Gegana dikenal sebagai penjinak bahan peledak atau Jihandak yang melakukan detonasi pada serangan-serangan dengan bom," ungkap dia.
Baca Juga: Info Terbaru Isu Duet Prabowo-Ganjar dari Koalisi Indonesia Maju, Megawati Disebut-sebut
Pitra juga mempertanyakan bagaimana cara korban membersihkan senjata api miliknya.
Sampai penyidik langsung menyimpulkan bahwa hal itu sebagai penyebab kematian korban.
Dengan latar belakang yang dimiliki, kecil kemungkinan korban membersihkan senpi dengan mengarahkan moncong senpi ke dadanya sendiri.
"Apakah dalam membersihkan senpi, laras (ujung pistol) menghadap dadanya sehingga peluru menembus jantung dan paru-paru yang mengakibatkan pendarahan hebat?" heran dia.
Karena itu, Pitra menegaskan perlu penyelidikan yang sangat mendalam untuk mengusut kasus kematian Brigadir Setyo Herlambang ini.
"Propam Polri perlu mendalami lagi kematian Brigpol Setyo tersebut mengingat pengalamannya yang pernah bertugas di Gegana," tegas dia.
Di sisi lain, Pitra juga mendesak Mabes Polri turun tangan dan langsung melakukan pengusutan tuntas dan transparan.
Baca Juga: Kopdaranas PSI Hari Ini, Deklarasi Capres 2024 dan Kaesang Pangarep jadi Ketua Umum PSI?
Mabes Polri juga harus memberikan penjelasan berdasarkan fakta dan temuan kepada masyarakat.
Ini dilakukan agar tidak ada simpang siur informasi sampai menimbulkan spekulasi liar.
"(Kapolri) Segera turun tangan dan menjelaskan kepada publik duduk persoalan yang sebenarnya setelah hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Propam Polri tuntas," tandasnya.
Baca Juga: Hapus Korlas, Ekskul di Sekolah Bogor Galau dan Ikut Terhenti, Perwali Jadi Jawaban
Untuk diketahui, Polda Kaltara menyebut Brigadir Setyo Herlambang tewas karena kelalaian sendiri.
Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Budi Rachmat menyebut, saat itu korban pulang usai salat Jumat langsung masuk ke dalam kamarnya.
Baca Juga: Paten Pasila
Korban kemudian membersihkan senjata api miliknya jenis HS-9 dengan No Senpi: HS178837 Inventaris Dinas.
Dugaan sementara, korban lalai saat membersihkan senpi sehingga memuntahkan peluru yang mengenai tubuhnya sendiri.
Kabar kematian Brigadir Setyo Herlambang itu juga disampaikan Polda Kaltara kepada orang tuanya di Kendal, Jawa Tengah.
Akan tetapi ayah korban, Sutarto, mengaku hanya diberitahu bahwa anaknya meninggal dunia akibat kecelakaan.
Baca Juga: Heboh! Irene Red Velvet Ikut Konser SMTOWN Live 2023 Di Jakarta walau Sedang Sakit
Polda Kaltara juga tidak memberikan penjelasan lengkap dan detil tentang kecelakaan dimaksud.
Saat ini, kasus kematian Brigadir Setyo Herlambang ditangani tim gabungan dari Polda Kaltara.***



