POJOKSATU.id - Penanganan kasus kecelakaan kereta api di Bekasi terus bergulir.

Polda Metro Jaya kini menjadwalkan pemeriksaan empat saksi tambahan terkait insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Pemeriksaan dilakukan pada Senin, 4 Mei 2026.

Baca Juga: Yani Kalina Pimpin PPP Karawang, Siapkan 50 Persen Pengurus dari Kalangan Muda

Saksi yang dipanggil berasal dari berbagai pihak, mulai dari perwakilan Taksi Green SM, Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, hingga Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

"Senin ini, penyidik juga akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taksi Green, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Keterangan ini menjadi bagian penting untuk memperjelas kronologi kejadian.

Baca Juga: Pertamina Regional JBB Pastikan Distribusi Solar di Lebak Aman, Antrean SPBU Tetap Terkendali

Menurutnya, pemeriksaan saksi dilakukan guna melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif.

Hingga saat ini, total sudah ada 31 saksi yang dimintai keterangan.

Para saksi tersebut terdiri dari pelapor, pengemudi Taksi Green SM, penjaga palang pintu, warga di sekitar lokasi kejadian, hingga petugas operasional PT KAI.

Baca Juga: Dari Sini Polisi Lacak Komplotan Pembunuhan Dumaris Sitio Sehingga Terbongkar

Semua pihak ini dinilai memiliki peran penting dalam mengungkap penyebab kecelakaan.

Status kasus pun telah ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Sejumlah langkah juga telah dilakukan, seperti olah tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, hingga analisis rekaman CCTV.

Baca Juga: Selat Hormuz Memanas, Kapal Tanker Dihantam Proyektil Misterius di Lepas Pantai UEA

"Penyidik telah melakukan cek tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum," jelasnya.

Seperti diketahui, kecelakaan tragis ini terjadi pada Senin, 27 April 2026. KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa itu menewaskan 16 orang dan menyebabkan sekitar 90 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Kontroversi Kaus Berbau Rasis Milik G-Dragon saat Konser di Macau, Agensi Akui Lalai dan Minta Maaf

Dugaan sementara, kecelakaan bermula dari mogoknya taksi di perlintasan sebidang yang kemudian tertabrak KRL arah Jakarta.

Akibat insiden tersebut, rangkaian KRL berhenti di jalur, hingga akhirnya tertabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di belakangnya.

Rangkaian peristiwa ini jadi perhatian serius banyak pihak.***