POJOKSATU.ID - Meskipun penggunaan Voice over Internet Protocol (VoIP) seperti WhatsApp Call semakin marak secara global, termasuk di Indonesia.
Faktanya ada sejumlah negara yang memberlakukan pembatasan atau bahkan pelarangan total terhadap layanan ini.
Kebijakan ini umumnya didasari oleh alasan ekonomi, keamanan nasional, hingga kontrol politik atau sensor.
Berikut adalah gambaran kebijakan VoIP di beberapa negara, sebagaimana dilansir dari sumber Komkomdigdi, United World Telecom, dan Reuters.
Baca Juga: Biar Bisnis UMKM Nggak Gampang Tumbang, Mulai dari Struktur Organisasi yang Jelas!
- Uni Emirat Arab (UEA)
Di UEA, hanya layanan VoIP tertentu yang diizinkan, dan itu pun harus melalui lisensi resmi pemerintah.
Secara spesifik, aplikasi seperti WhatsApp Call dibatasi penggunaannya.
- Tiongkok
Tiongkok menerapkan pembatasan VoIP yang ketat. Layanan VoIP hanya diizinkan untuk layanan milik negara, yang berada di bawah pengawasan dan regulasi pemerintah.
Aplikasi populer seperti WhatsApp dan Skype diblokir total di negara ini.
- Iran
Di Iran, akses ke WhatsApp dan Skype dibatasi, menunjukkan kontrol pemerintah yang signifikan terhadap komunikasi daring.
- Korea Utara
Korea Utara memiliki kebijakan paling ekstrem terkait VoIP, di mana VoIP internasional sepenuhnya ilegal.
Hal ini mencerminkan tingkat sensor dan kontrol informasi yang sangat tinggi di negara tersebut.
Beberapa negara lain juga memiliki kebijakan yang tidak sepenuhnya memblokir penggunaan VoIP, melainkan membatasi fungsionalitasnya, misalnya hanya mengizinkan untuk berkirim pesan teks saja.
Sementara itu, panggilan suara dan video seperti WhatsApp Call dan Video Call dilarang digunakan.
Ada pula negara-negara yang menutup semua akses VoIP secara total.
Pembatasan atau pelarangan VoIP ini menunjukkan keragaman pendekatan pemerintah di seluruh dunia dalam mengatur ruang digital.
Seringkali dengan implikasi signifikan terhadap kebebasan komunikasi warganya.***
Baca Juga: GURU KOMPROMI dengan AI, Jadikan Asisten Pengajar, DOWNLOAD DI SINI Buku Pegangan AI untuk Guru
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:




