POJOKSATU.ID - Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (21/12/2025).
Peristiwa ini mengakibatkan belasan rumah semi permanen hangus terbakar dan puluhan warga kehilangan tempat tinggal. Total kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 900 juta.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya 14 rumah warga dilaporkan ludes dilalap api.
Baca Juga: Mengapa ASN Masih Jadi Pekerjaan Paling Diminati? Ini Analisis Sosial dan Ekonominya
Akibat kejadian ini, sebanyak 21 kepala keluarga atau sekitar 91 jiwa terdampak dan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
Api yang cepat membesar membuat proses pemadaman sempat mengalami kendala, terutama karena kondisi permukiman yang padat dan akses jalan yang sempit.
Baca Juga: Mengapa ASN Masih Jadi Pekerjaan Paling Diminati? Ini Analisis Sosial dan Ekonominya
“Objek yang terbakar merupakan rumah semi permanen dengan luas area sekitar 600 meter persegi,” ujar salah satu pemadam, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com
Puluhan personel pemadam kebakaran dengan sejumlah unit mobil dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun aparat masih mengumpulkan keterangan dari saksi serta melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Kebakaran ini meninggalkan duka mendalam bagi warga terdampak.
Baca Juga: Zulkifli Hasan Buka Musda PAN Serentak, Empat Formatur Ditunjuk untuk PAN Kota Cirebon
Selain kehilangan tempat tinggal, banyak warga juga mengaku kehilangan harta benda dan dokumen penting seperti kartu identitas, ijazah, serta surat-surat berharga lainnya.
“Semua habis, tidak sempat menyelamatkan apa-apa. Api cepat sekali membesar,” kata salah satu warga yang rumahnya terbakar.
Pemerintah setempat bersama instansi terkait langsung melakukan pendataan korban dan menyalurkan bantuan awal.
Baca Juga: CPNS 2026 Jadi Harapan Baru di Tengah Sulitnya Lapangan Kerja Nasional, Simak Penjelasannya
Bantuan tersebut meliputi kebutuhan logistik darurat seperti makanan, air bersih, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya.
Warga yang terdampak sementara ditempatkan di lokasi pengungsian terdekat.
Peristiwa kebakaran di Kapuk Muara kembali menjadi alarm bahaya terkait tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk Jakarta Utara.
Rumah-rumah yang berdempetan, instalasi listrik yang tidak standar, serta minimnya alat pemadam api ringan (APAR) dinilai menjadi faktor yang memperparah dampak kebakaran.
Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya fokus pada penanganan pascakebakaran, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan ke depan.
Edukasi keselamatan listrik, penataan kawasan permukiman, serta peningkatan akses jalan darurat menjadi kebutuhan mendesak agar kejadian serupa tidak terus berulang.***




