POJOKSATU.id, JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI, Sartono Hutomo mengaku sedih akan perihal kejadian kebakaran dialami Pertamina mengakibatkan korban jiwa tersebut.

Politisi Partai Demokrat ini meminta agar Pertamina segera melakukan investigasi guna untuk membenahi agar tidak terulangnya kembali depo pertamina terbakar.

"Harus segera membentuk tim gabungan investigasi yang mendalam oleh aparat hukum dan pihak terkait dan audit total secara mendalam karena kejadian ini kedua kalinya terjadi yang terjadi serupa pada tahun 2009," kata Sartono kepada wartawan, Sabtu (4/3/2023).

Menurut Sartono, tim investigasi juga harus mengevaluasi para pekerja, termasuk harus menerapkan standarisasi keselamatan kerja dan lingkungan (K3L) di lingkungam depo Pertamina.

"Dan harus ada monitoring evaluasi alat dan pekerja yang selalu di monitor untuk memenuhi standarisasi keselamatan kerja dan lingkungan (K3L)," tuturnya.

BACA : Sudah Dilakukan Pendinginan, Ratusan Personil dan 52 Armada Berjibaku Padamkan Kobaran Api di Depo Milik Pertamina

Selain itu, Sartono mendesak Pemerintah Pusat dan Daerah segera turun tangan untuk membantu para warga yang menjadi korban kebakaran depot Pertamina itu.

"Pemerintah pusat dan daerah harus membantu penanganan korban jiwa baik luka ringan maupun berat harus menjadi prioritas utama," tutup Legislator dari Jatim VII ini.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda depo Pertamina di wilayah Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (3/3). Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.11 WIB. Hingga saat ini api masih berkobar.

Diduga objek yang terbakar dari pipa bensin Pertamina yang ada di depo. Akibatnya adanya ledakan dari depo tersebut. (Firdausi/pojoksatu)