POJOKSATU.id, TAPSEL—Di tengah derita panjang warga Desa Garoga, Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel) akibat banjir bandang yang menerjang desa mereka Selasa (25/11) lalu, terselip cerita keajaiban.
Sebuah rumah di pinggir sungai Garoga milik boru Simanungkalit, lolos dari banjir bandang, tak rusak sedikitpun oleh air.
Usut punya usut ternyata pemilik rumah ini merupakan rumah pecinta kucing. Ada 11 kucing yang dipelihara boru Simanungkalit.
“Nah ini rumah yang di pinggir sungai, selamat. Tidak ada sedikitpun yang rusak,” ujar perekam video seperti diunggah akun Instagram @corrysitanggang.
Baca Juga: LBH Muhammadiyah Siap Gugat Presiden Prabowo Jika Tak Tetapkan Darurat Nasional di Sumatera
“Masya Allah, Masya Allah, selamat,” kata perekam lagi.
“Kucingnya ada berapa Kak ini. Kucingnya 11,” kata perekam.
“Ada 11 ekor, masuk KK (Kartu Keluarga) semua,” canda boru Simanungkalit menjawab.
“Alhamdulillah, selamat. Kucing semua, ayam-ayamnya, selamat semua,” kata perekam lagi.
Dikatakan perekam video, kondisi di samping rumah boru Simanungkalit, sudah banyak kayu-kayu besar dan rumah di sampingnya juga sudah rata dengan tanah.
Rumah boru Simanungkalit ini terbuat dari semen permanen dan dicat warna biru. Begitu juga balai kecil atau bangunan papan di depan rumahnya, sama sekali tidak disentuh banjir.
Lalu boru Simanungkalit mengatakan bahwa kucing-kucingnya ini merupakan penjaga rumahnya.
“Kucing penjaga rumah ini, kucing penjaga rumah ini,”kata boru Simanungkalit.
“Kalau Allah berkehendak, tak tersentuh banjir ini rumah. Tidak tersentuh banjir sama sekali. Sebelahnya sudah rata ini semua. Masya Allah, ” kata perekam video.
Dari penampakan video, tidak terlihat sedikitpun air menyentuh rumah ini. Tidak ada bekas banjir. Tidak ada bekas lumpur di depan rumah dan juga di dinding rumah boru Simanungkalit.
Diketahui, beberapa bangunan rumah di Garoga juga berhasil selamat dari banjir.
Sebuah masjid di Desa Garoga, Batangtoru, juga menjadi saksi bisu dahsyatnya hantaman banjir bandang yang terjadi pada pekan lalu.
Di tengah terjangan banjir yang membawa material kayu gelondongan, masjid ini masih kokoh berdiri, kendati bangunan-bangunan di sekitarnya telah rata dengan tanah.
Masjid Taqwa Garoga tidak sepenuhnya tidak rusak, bangunan luarnya masih kokoh setelah banjir bandang.
Tetapi bagian dalamnya mengalami kerusakan parah akibat material kayu dan lumpur yang terbawa arus. Dan warga sudah bergotong-royong membersihkan dan salat Jumat sudah digelar di lokasi ini.
Bak Tsunami
Sukrianto (51), warga Desa Garoga yang selamat mengisahkan kronologi banjir bandang yang menerjang desanya pada Selasa (25/11) lalu.
Sekitar pukul 03.00 WIB dinihari, air sungai telah naik ke permukiman. Namun masih kecil.
Begitu juga pada pukul 06.00 WIB, air sungai telah naik ke pemukiman dengan skala kecil.
Sebagian warga yang khawatir mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Kondisi pagi itu memang masih hujan deras.
Sekitar pukul 11.00 WIB, banjir besar datang dengan membawa banyak material kayu. Banyak warga yang masih bertahan di rumah atau mengungsi ke jembatan Garoga dan ke arah perbukitan.
Warga yang bertahan di rumah tak menyangka air sungai akan setinggi itu. Begitu juga warga yang memilih lari ke jembatan, juga tidak menyangka air akan setinggi hari itu.
Air sungai itu tiba-tiba seperti tsunami, meluas, bergelombang dan menyapu apa pun yang dilaluinya. Warga yang berdiri di pinggir jembatan hanyut tersapu banjir.
Duka Tapanuli
Jurnalis senior, Hazairin Sitepu, menuliskan pengalamannya saat mengunjungi banjir bandang di Desa Garoga Batangtoru dan Kecamatan Badiri Tapanuli Tengah.
“Duka Tapanuli. Melihat pemandangan ini kita membayangkan seganas apa banjir di Tapanuli itu. Sejahat apa pembalakan di hutan-hutan. Sejahat apa pemberi izin penebangan dan pembukaan hutan, yang mengakibatkan begitu banyak, begitu besar penderitaan,” tegasnya di akun Instagram pribadinya @hazairinsitepu.
“Pemandangan ini di Tapanuli Tengah, ibu kota kecamatan Badiri. Pemandangan yang sama juga banyak di tempat lain termasuk di Garoga, Tapanuli Selatan,” jelasnya.***




