POJOKSATU.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyiapkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk setiap kepala keluarga (KK) yang terdampak longsor di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang harus mengungsi akibat bencana alam yang terjadi pada Sabtu dini hari.
Bantuan Rp10 juta per KK itu diperuntukkan bagi biaya mengontrak tempat tinggal sementara sekaligus memenuhi kebutuhan hidup para penyintas selama kurang lebih dua bulan.
Baca Juga: THR PNS 2026 Diprediksi Tembus Rp4,9 Juta, Ini Rincian Nominal per Golongan
Langkah ini diambil agar warga tidak terlalu lama tinggal di posko pengungsian, yang dikhawatirkan dapat memicu tekanan psikologis, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Dedi juga menginstruksikan Sekda Jabar menyiapkan alokasi anggaran tersebut agar pemerintah dapat fokus pada proses pencarian korban dan pemulihan pascabencana.” tulis akun Instagram @tvonenews, Senin 26 Januari 2026, seperti dikutip pojoksatu.id.
Selain menyiapkan bantuan langsung untuk warga, KDM juga menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat untuk segera mengalokasikan anggaran yang dibutuhkan.
Dengan demikian, pemerintah daerah dapat fokus pada penanganan darurat, pencarian korban, serta pemulihan pascabencana.
Longsor di wilayah Cisarua tersebut dilaporkan menimbun sekitar 30 rumah warga yang berada di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda.
Material longsoran berupa tanah dan bebatuan datang secara tiba-tiba dari lereng Gunung Burangrang akibat kondisi tanah yang labil dan curah hujan tinggi.
Baca Juga: Kapan THR PNS 2026 Cair? Ini Prediksi Jadwal untuk, Pensiunan, ASN TNI dan Polri
Hingga saat ini, tim SAR gabungan berhasil menemukan enam korban dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara itu, puluhan warga lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim penyelamat yang bekerja tanpa henti.
Data sementara mencatat sebanyak 113 jiwa dari 34 kepala keluarga terdampak langsung akibat bencana tersebut.
Seluruh warga yang selamat kini mengungsi di sejumlah titik aman yang disiapkan oleh pemerintah daerah bersama relawan.
KDM menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.
Ia meminta seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah kabupaten, aparat keamanan, hingga relawan, untuk bekerja sama secara maksimal dalam penanganan bencana ini.
Selain bantuan jangka pendek, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kawasan rawan longsor di wilayah Bandung Barat.
Langkah ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Baca Juga: Persiapan Matang! Bocoran Kisi-Kisi Materi Soal PPPK Kemenham 2026: Formasi Analis SDM Aparatur
Warga terdampak pun berharap bantuan yang diberikan dapat segera direalisasikan agar mereka bisa memulai kembali kehidupan secara lebih tenang.
Bencana longsor ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya di daerah perbukitan dan lereng gunung.***




