POJOKSATU.ID - Banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah di Kota Cirebon dalam beberapa hari terakhir akhirnya menarik perhatian langsung Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Tanpa agenda resmi dan jauh dari kesan seremonial, KDM melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah titik rawan banjir pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat itu benar-benar di luar dugaan.
Baca Juga: Rakercab, Partai Demokrat Dorong Penguatan Hingga Anak Ranting
Tidak ada protokoler, tanpa iring-iringan pejabat, bahkan KDM hanya mengenakan sandal jepit saat menyusuri daerah aliran sungai (DAS) yang selama ini kerap meluap ketika hujan deras mengguyur Kota Udang.
Sidak dimulai dari Sungai Cikalong yang berada di wilayah Tabalong.
Dari lokasi tersebut, KDM kemudian bergerak ke Kali Pacit di kawasan Jembatan Permata Harjamukti.
Baca Juga: Dosen UIM Viral Ludahi Kasir Swalayan Buka Suara, Klaim Tak Serobot Antrian, Hanya Pindah Tempat
Di setiap titik, gubernur tampak memperhatikan kondisi sungai, aliran air, hingga lingkungan sekitar yang diduga menjadi pemicu banjir berulang.
Tidak berhenti di dua lokasi itu, KDM juga menyempatkan diri meninjau Kali Suba Drajat dan Sungai Kriyan.
Kedua sungai tersebut dikenal sebagai titik rawan yang sering menyebabkan genangan air meluas ke permukiman warga saat curah hujan tinggi.
Baca Juga: Update Korban Banjir Sumatera Hingga Sabtu, 163 Orang Masih Hilang, Meninggal 1.138 Jiwa
Camat Harjamukti Kota Cirebon, Raden Yuki Maulana Hidayat, S.STP, membenarkan bahwa kunjungan Gubernur Jawa Barat dilakukan secara spontan.
Ia menyebut tidak ada rangkaian acara resmi maupun pemberitahuan sebelumnya.
“Sekitar jam satu siang, gubernur meninjau Sungai Cikalong di Tabalong, lalu dilanjutkan ke Kali Pacit di Jembatan Permata Harjamukti,” ujar Yuki, dikutip pojoksatu.id dari instagram @radarcirebon.
Baca Juga: Medali Perunggu SEA Games 2025 Jadi Pelecut Semangat Sepak Takraw Depok Menatap PORPROV Jabar 2026
Menurut Yuki, sidak tersebut berlangsung singkat namun sangat efektif. KDM datang hanya menggunakan dua kendaraan dan didampingi tim medianya.
Tidak terlihat rombongan pejabat Pemprov Jawa Barat maupun pengamanan ketat sebagaimana kunjungan pejabat pada umumnya.
“Beliau datang sangat sederhana. Tidak ada pejabat lain, tidak ada protokoler resmi. Ini murni sidak lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya,” ungkapnya.
Baca Juga: Bawa Pulang Emas SEA Games 2025, Duo Futsal Depok Jadi Inspirasi Atlet Muda
Langkah KDM turun langsung ke lapangan dinilai sebagai bentuk respons cepat atas keluhan masyarakat Kota Cirebon yang selama ini resah akibat banjir yang terus berulang.
Dengan melihat kondisi sungai secara langsung, gubernur diharapkan dapat mengambil langkah konkret untuk penanganan banjir yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Sidak tanpa seremoni ini sekaligus mengirim pesan kuat bahwa persoalan banjir tidak bisa diselesaikan dari balik meja.
Baca Juga: Bupati Bogor Tekankan Kolaborasi Pemerintah, Ulama, dan Masyarakat dalam Memakmurkan Masjid
Perlu kehadiran langsung, keberanian melihat fakta di lapangan, dan komitmen nyata untuk melindungi warga dari ancaman bencana tahunan tersebut.***




