POJOKSATU.id – KAI Commuter Indonesia (KCI) mengizinkan penumpang berbuka puasa di dalam KRL selama Ramadan.

Kebijakan ini mendapat apresiasi dari sejumlah pengguna KRL.

Dinda (27) menilai kebijakan ini penting untuk menghormati umat Muslim yang berpuasa.

Ia menilai kebijakan berbuka di dalam kereta sangat membantu, seperti yang telah diterapkan sebelumnya.

Namun, Dinda juga menyoroti masih banyaknya penumpang yang membuang sampah sembarangan setelah berbuka di dalam gerbong.

Baca Juga: Orleans Masters 2025 DIMULAI, Alwi Farhan dan Komang Ayu Jadi Andalan, Ganda Putra Absen, Cek Jadwal Lengkap Pertandingan dan LIVE STREAMING Disini

Ia berharap pihak KCI dapat menyediakan takjil seperti kurma untuk berbuka, agar tidak menimbulkan penumpukan sampah di dalam kereta.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa makanan berat tetap tidak diperbolehkan dikonsumsi di dalam gerbong.

Adi (40), penumpang asal Depok, juga menyambut baik kebijakan ini karena memudahkannya dalam membatalkan puasa saat berada di dalam KRL.

Ia berharap KCI menyediakan takjil seperti air putih dan kurma, mengingat larangan makanan berat di gerbong.

Menurutnya, hal ini akan membantu penumpang yang sedang dalam perjalanan dan tidak sempat mempersiapkan makanan sebelumnya.

Baca Juga: Jabar Istimewa: Sinergi Pemda dan Forkopimda untuk Pembangunan Berkelanjutan

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, mengimbau penumpang untuk tidak membuang sampah sembarangan setelah berbuka.

Penumpang diminta untuk membawa kembali sampah mereka dan membuangnya di tempat sampah yang tersedia di stasiun tujuan.

Joni menyampaikan bahwa petugas akan menginformasikan waktu berbuka puasa di KRL dan stasiun.

KCI menyediakan dispenser air minum gratis bagi penumpang yang membawa wadah sendiri.

Ia mengimbau penumpang berbuka secukupnya dan menghindari makanan beraroma menyengat demi kenyamanan bersama.***