POJOKSATU.ID – Belakangan ini publik tengah dihebohkan dengan kasus oknum guru di SDN 01 Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Sebab, oknum guru berinisial SA tersebut dituding bertindak amoral lewat kebijakan yang dibentuknya.

Yang mana, dirinya memberlakukan aturan terkait siswa yang sakit selama 3 hari terancam akan dikeluarkan dari sekolah.

Baca Juga: Bikin Aturan Kontroversial, Oknum Guru SDN 01 OKU Ancam Keluarkan Siswa yang Sakit 3 Hari

Tidak heran, fenomena ini sontak ditanggapi oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 01 OKU, Amrullah.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Heliyana Putri Hoilid.

Dalam unggahannya, Amrullah menuturkan bahwa kebijakan yang dibuat SA itu justru tidak diketahuinya sebelum kasus beredar luas.

Baca Juga: DOWNLOAD Contoh STUDI KASUS PPG 2025 untuk Jenjang SMA dan SMK FORMAT MS WORD, SUDAH TERVALIDASI Referensi dari Periode Sebelumnya, GRATIS

Sebab, Kepsek SDN 01 OKU itu mengaku bahwa oknum guru tersebut tidak ada koordinasi terlebih dahulu dengan dirinya.

“Benar, itu perjanjian yang dibuat wali kelas 2B, ibu SA. Salah satu poinnya menyebutkan murid yang tidak masuk selama tiga hari karena sakit akan dikeluarkan,” jelasnya.

“Tapi sampai sekarang SA belum menyampaikan perjanjian itu ke saya, sehingga saya belum bisa mengambil keputusan,” terangnya.

Baca Juga: Warga RT 05 RW 10 Karyabakti Gotong Royong Jaga Kebersihan, Dukung Program Bank Sampah Kota Cirebon

Diketahui, kebijakan kontroversial itu mencuat usai beberapa wali murid turut menyuarakan keresahannya.

Tidak lain, keresahan itu dirasakan para wali murid lantaran anak-anaknya mengalami gangguan psikologis.

Yang mana, gangguan mental tersebut dirasakan para siswa usai SA menyampaikan kebijakan kontroversialnya di kelas.

Baca Juga: Wakil Rektor Unsoed Bentuk Tim Khusus dalam Dugaan Kasus Pelecehan Oknum Guru Besar

Dalam hal ini, salah satu wali murid mengaku bahwa anaknya enggan kembali bersekolah usai mendengar kebijakan tersebut.

Namun tidak lama setelahnya, siswa tersebut ingin kembali bersekolah dengan catatan dirinya pindah ruang kelas dari tempat SA mengajar.

“Setelah dibujuk dan dipindah ke kelas lain, barulah anak itu mau kembali bersekolah. Artinya, aturan itu sudah membuat anak-anak Ketakutan,” terang Asbarudin, salah satu wali murid. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov