POJOKSATU.id, BANDUNG – Yoris, kakak kandung Amalia Mustika Ratu, sedari dulu curiga yang membunuh ibu kandung dan adiknya adalah papanya sendiri yaitu Yosep.

Namun sesudah dua tahun kasus ini berjalan atau baru Oktober 2023 ini lah kecurigaan Yoris ini terbukti bahwa pembunuh ibu dan adiknya di Subang itu adalah papanya sendiri.

Yoris Raja Amarullah, nama lengkapnya, adalah anak Yosep Hidayah dengan Tuti Suhartini. Yoris juga merupakan kakak kandung korban Amalia Mustika Ratu.

Yoris tak menyangka ayahnya adalah dalang pembunuhan ibu dan adiknya sendiri.

Yoris memang sempat curiga dengan ayahnya tersebut saat kasus pembunuhan di Jalan Cagak menuju Bandung ini terjadi pada Agustus 2021 lalu.

Baca Juga: Pra Rekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak Subang Tengah Malam, Terungkap Lokasi Eksekusi Tuti dan Amalia

Leni Anggraeni, kuasa hukum Yoris mengatakan, ada kejanggalan dari keterangan Yosep kepada Yoris sejak awal kasus pembunuhan ini terjadi.

Info awal kejadian ini yang diterima Yoris, Yosep memberikan kabar kepada Yanti, istri Yoris, bahwa Tuti dan Amalia telah diculik orang.

"Kejadian awal yang mengetahui pertama kan papanya, tapi Pak Yosep memberitahu ada yang tidak sinkron, ada cerita penculikan mama dan Amel," ujar Leni, Kamis (19/10/2023).

Kejanggalan berikutnya, Yosep memberikan kabar pertama kali kepada Yanti, bukan kepada Yoris. Padahal Yoris merupakan anak kandung dari Yosep. Dan korban pembunuhan itu adalah ibu kandung dan adik kandung Yoris.

Baca Juga: Istikharah Rupiah

Yoris pun sempat dipaksa oleh ayah kandungnya Yosep agar didampingi pengacara saat memberikan keterangan sebagai saksi kepada wartawan maupun polisi.

"Dipaksa untuk menjadi klien dengan papanya, biar satu kuasa. Pak Yoris menolak, karena kalau tidak bersalah ngapain harus pakai pengacara," ucapnya.

Berikutnya, Yosep pernah meminta Yoris agar mengambil salah satu mobil di TKP. Akibat ini Yoris sempat kena tegur oleh Kapolres Subang.

Mobil yang mau diambil ini adalah Toyota Yaris. Lokasi parkirnya saat itu berada di samping mobil Alphard.

"Jadi, (Yoris) disuruh ambil mobil di TKP, katanya mobil itu enggak ada hubungannya sama kejadian. Akhirnya gara-gara itu, klien kami dimarahin sama Kapolres waktu itu," katanya.***