POJOKSATU.ID- Peristiwa bunuh diri yang menimpa anggota polisi yang menembak kepalanya sendiri di Kulon Progo jadi sorotan dosen Universitas Widya Mataram (UWM) Dr. Mukhijab. Menurutnya ada yang bermasalah dari aspek sosiologis.

Menurutnya, ada beberapa alasan seseorang memutuskan bunuh diri secara sosiologis, salah satunya adalah karena faktor integrasi sosial seseorang yang tinggi.

"Misal integrasi sosialnya sangat tinggi dalam masyarakat, dia merasa terbebani, harus menjaga diri, harus sempurna," bebernya, Rabu (4/9).

"Bisa juga malah integrasinya rendah, tidak dianggap dalam masyarakat," ucapnya dikutip radar jogja.

Baca Juga: Nostra Aetate

Mengamati background kasus tersebut, Mukhijab menuturkan, bisa saja karena merasa frustrasi karena bisnisnya yang sudah jalan dan sedang mengalami masa sulit.

"Misal modalnya banyak dan besar, bisa jadi dari pinjaman atau pihak lain, maka dia akan merasa terbebani kalau tidak bisa mengembalikan," jelasnya.

Dari kasus ini, Mukhijab menyoroti, bahwa pendampingan sekaligus pengecekan konseling bagi anggota polisi sangat penting untuk dilakukan secara konsisten.

"Perlu juga misal pembinaan rutin, pengingatan SOP penggunaan senjata. Harus ada mitigasi yang dilakukan secara berkala," pesannya.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional JBB Sapa Langsung Pelanggan di Hari Pelanggan Nasional

Ia berharap, kasus serupa tidak perlu terjadi lagi ke depannya. Karena idealnya, sebelum peristiwa terjadi, harusnya bisa terdeteksi dan dimitigasi.

"Fokus di preventif, pembinaan rutin sesuai SOP, misal pendataan dengan kuisioner atau wawancara mendalam setiap anggota, atau anggota diminta menyampaikan ada persoalan atau tidak," tandasnya. ***