POJOKSATU.id, TANGGERANG - Kembali terjadi kasus obesitas di negeri ini. Kali ini berasal dari Kota Tanggerang. Namanya Cipto Raharjo (45), warga Kecamatan Pinang yang memiliki berat badan sekitar 200 Kilogram.

Cipto dievakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke RSUD Kota Tanggerang dengan menggunakan alat berat. Kasus Cipto sama dengan Fajri yang sebelumnya viral.

Evakuasi Cipto pun berlangsung dramatis, petugas dan warga harus berusaha keras untuk memindahkan Cipto dari kamarnya yang berukuran 1,5 x 2 meter itu.

Petugas harus membongkar rumah Cipto yang berfungsi sebagai warteg, saat melakukan evakuasi terhadapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tanggerang, Maryono Hasan mengatakan, Cipto akhirnya dievakuasi karena kesulitan bangun dari posisi tidur. Sudah satu minggu jua Cipto mengeluh sakit pada kakinya.

"Kondisi Cipto mulai memburuk sejak tiga bulan lalu. Sebelumnya, Cipto masih bisa berjalan, bahkan mengendarai sepeda motor," ujar Maryono Hasan

Nyeri pada bagian kakinya belum terlalu parah. Namun, seiring berjalannya waktu, nyeri pada kaki semakin memburuk dan membengkak.

Situasi ini mengganggu Cipto saat bergerak. Belum diketahui secara pasti penyakit apa yang diderita pada kakinya. Cipto mengaku telah menderita obesitas sejak delapan tahun terakhir.

Cipto mengaku ia mengalami obesitas sejak tahun 2015. Dia menyadari bahwa kelebihan berat badan tidak baik untuk kesehatan.

Cipto bahkan telah mencoba berbagai program diet dan mengatur pola hidupnya, namun semua usahanya tidak berhasil. Berat badannya tidak kunjung turun.

Darsini, bibi Cipto, berharap pemerintah dapat membantu dalam menanggung biaya perawatan Cipto di rumah sakit. Keluarga memiliki keterbatasan finansial untuk membiayai perawatan tersebut secara mandiri.

"Kami berharap bantuan pemerintah untuk Cipto," ujar Darsini.

Kasus obesitas kerap terjadi di Indonesia. Baru-baru ini masyarakat juga dikagetkan dengan pria obesitas berbobot 300 Kg bernama Muhammad Fajri (27), warga Pedurenan, Karang Tengah, Kota Tanggerang. Fajri dievakuasi dengan menggunakan forklit. Setelah dirawat 14 hari di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Fajri pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Obesitas merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat di seluruh dunia. Selain menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke, obesitas juga dikaitkan dengan risiko kematian yang tinggi.

Obesitas dapat memberikan risiko meninggal dunia yang serius dan berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang dampak obesitas.

Mencegah obesitas adalah langkah yang penting untuk mengurangi risiko kematian yang disebabkannya. Beberapa upaya yang dapat dilakukan meliputi mengadopsi pola makan sehat. Melakukan aktivitas fisik secara teratur membantu membakar kalori dan menjaga kebugaran tubuh.

Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mencegah obesitas melalui kampanye pendidikan dan informasi publik dapat membantu mengubah perilaku masyarakat. Dan mendukung dan mendorong lingkungan yang sehat adalah penting dalam pencegahan obesitas. (TIK/pojoksatu)