POJOKSATU.id, JAKARTA— Kasus pemakaian jet pribadi menyeret nama Kaesang Pangarep dan Bobby Nasution. Bahkan sudah ada yang melaporkan kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pengamat Politik Hari Purwanto berharap KPK jangan sampai menjadi kepanjangan tangan Presiden Joko Widodo untuk mengamankan Kaesang Pangarep dan Bobby Nasution yang diduga terlibat kasus gratifikasi penggunaan pesawat jet pribadi.
"KPK jangan sampai menjadi kepanjangan tangan Jokowi untuk mengamankan Kaesang dan Bobby terkait KKN yang bertentangan dengan TAP MPR No XI/1998 tentang penyelenggara negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme," kata Hari Purwanto, Minggu (8/9).
Baca Juga: PPPK Bisa Ikut Seleksi CPNS 2024 Tanpa Harus Mundur, Simak Ketentuannya di PermenPANRB No 6
Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) ini ikut merespon soal adanya laporan masyarakat terkait dugaan gratifikasi Kaesang Pangarep dan Walikota Medan Bobby Nasution ke KPK.
Kasus ini lalu dikaitkan Hari dengan agenda Reformasi 98. Menurut Hari, reformasi yang sudah dibangun selama 26 tahun ini akan runtuh oleh Jokowi dan keluarganya jika KPK sampai menjadi kepanjangan tangan Jokowi.
"Reformasi yang dibangun selama 26 tahun runtuh oleh Jokowi dan keluarga," kata Hari.
Kasus Jet Pribadi Bobby Nasution
KPK mengungkap adanya pihak yang melaporkan Bobby Nasution terkait dugaan gratifikasi berupa fasilitas jet pribadi.
Baca Juga: Mantan Penyanyi Cilik Puput Novel Meninggal Dunia, Belum Diketahui Sebabnya
"Kalau per kapannya, (laporan itu) saya tidak bisa buka, tapi informasi yang kami dapatkan ada," kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika kepada wartawan, Jumat (6/9/2024).
Tessa mengatakan pihaknya akan mengklarifikasi pelapor tersebut. Dia tidak bisa mengungkap siapa pihak pelapor karena sifatnya rahasia.
"Tetapi siapa yang akan diklarifikasi dan kapan itu saya tidak bisa berasumsi. Karena secara prinsip untuk pelaporan dan penanganan perkara di tingkat penyelidikan bersifat rahasia. Jadi sampai sejauh mana penanganannya kita belum bisa buka saat ini," katanya.
Baca Juga: KPK 'Lembek' Usut Dugaan Gratifikasi Kaesang? Mahfud MD Bandingkan dengan Kasus Rafael Alun
Lebih lanjut, Tessa menyebutkan dugaan gratifikasi itu tengah ditangani Direktorat Penerimaan Layanan dan Pengaduan Masyarakat (PLPM) KPK. Dia juga mempersilakan Bobby untuk klarifikasi.
Sementara itu, Bobby Nasution angkat bicara soal foto-fotonya itu. Bobby meminta masyarakat mengecek tanggal pengambilan foto dan dari mana sumber penyewaan jet pribadi itu.
"Coba lihat tanggalnya berapa? Punya siapa pesawatnya? Pakai dana siapa, kalaupun itu bukan punya sendiri, kalaupun itu sewa uangnya dari mana silakan dicek," kata Bobby Nasution dilansir detikcom, Minggu (8/9).
Bobby menegaskan agar pihak yang menyoal jet pribadi tersebut mengecek secara utuh soal itu. Bobby membantah jika dana sewa jet pribadi itu bersumber dari APBD maupun dana korupsi.
"Saya selalu sampaikan bahwa seperti itu silakan dicek, silakan di-crosscheck, diperiksa, apakah ada pakai uang dari APBD? Apakah ada uang korupsi, saya bisa pastikan, saya bisa declare bukan dari situ semua," tutupnya.***




